Mudik Nataru di Pelabuhan Samarinda Masih Terpantau Normal

  • 23 Des 2025 09:10 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Arus penumpang mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, khususnya tujuan Parepare, Sulawesi Selatan, terpantau masih dalam kondisi normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Capt. M. Ridha Rengreng, menyebut jumlah penumpang yang berangkat masih berada di bawah kapasitas kapal. Salah satunya, pada keberangkatan Kapal Motor (KM) Prince Soya tujuan Parepare yang membawa sekitar 1.700 penumpang dari total kapasitas 1.800 orang.

“Kemudian, per Senin (22/12/2025) siang, berdasarkan pantauan di atas kapal dan sistem e-ticket di terminal penumpang, jumlah penumpang baru sekitar 900 orang dengan kapasitas kapal 1.500 penumpang,” ujar Ridha, saat diwawancara, Senin.

Menurut dia, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada keberangkatan berikutnya. Meski KSOP belum menerima laporan penjualan tiket yang mendekati kapasitas maksimum, sebanyak empat armada kapal tetap disiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang yang dapat terjadi sewaktu waktu, termasuk kapal Sabuk Nusantara dengan rute Samarinda–Palu.

Kapal yang beroperasi, lanjut Ridha, merupakan kapal penumpang murni sehingga tidak mengangkut kendaraan roda empat.

Terkait landainya arus penumpang tahun ini, Ridha menjelaskan, hal tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan transportasi laut. Pasalnya, selain dari Samarinda, rute menuju Parepare juga tersedia dari Pelabuhan Bontang dan Balikpapan.

"Bahkan ada yang ke Makassar. Jadi Dari Balikpapan, transit Parepare, baru ke Baubau, karena banyak transportasi laut, akhirnya banyak pilihan saudara-saudara kita yang melaksanakan mudik Natal dan Tahun Baru 2025/2026," ucapnya, menjelaskan.

Sementara, dari sisi pengamanan, KSOP Kelas I Samarinda terus melakukan pengawasan bersama tim posko terpadu yang melibatkan Polri, TNI, Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda (KP3), Kantor Kesehatan Pelabuhan, operator kapal, dan asosiasi.

Adapun soal tiket, Ridha menegaskan harga masih sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan. Penjualan tiket dilakukan melalui sistem resmi, baik secara daring maupun melalui agen, dengan pengawasan ketat dari pihak terkait. (Chella Defa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....