Kaltim Masuk Peringkat Sepuluh Provinsi dengan Inflasi Terendah
- 24 Nov 2025 11:31 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Provinsi Kalimantan Timur kembali mencatatkan posisi positif dalam capaian pengendalian inflasi nasional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 3 November 2025, inflasi year to year Kaltim tercatat di angka 1,94 persen. Capaian ini menempatkan Kaltim dalam jajaran 10 provinsi dengan inflasi terendah secara nasional, tepatnya posisi ketujuh terbawah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar, menyampaikan tekanan inflasi nasional saat ini masih dipengaruhi komoditas non-pangan, terutama emas perhiasan. “Kenaikan harga emas memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi nasional. Jika kita hilangkan faktor emas, inflasi bulan Oktober sebenarnya hanya 0,07 persen,” kata Amalia.
Pada Oktober 2025, inflasi month to month tercatat sebesar 0,28 persen. Dari angka tersebut, kontribusi emas perhiasan mencapai 0,21 persen, memperlihatkan besarnya pengaruh kenaikan harga logam mulia dalam pergerakan indeks harga di seluruh wilayah.
Menurut BPS, lonjakan harga emas tidak hanya dipicu kondisi global, tetapi juga tren perubahan perilaku investasi masyarakat. “Data kami menunjukkan bahwa dua dari tiga orang Indonesia kini memilih emas sebagai instrumen investasi atau aset lindung nilai,” ucapnya pada rapat pengedalian inflasi, Senin (24/11/2025).
Selain emas, beberapa komoditas pangan juga masih terpantau mengalami kenaikan di banyak daerah. Cabai merah, misalnya, mencatat inflasi 13,68 persen month to month dan menjadi salah satu penyumbang kenaikan indeks harga di pasar konsumen.
Telur ayam ras juga menunjukkan tren serupa, terutama di daerah dengan permintaan meningkat akibat percepatan program pangan nasional. “Permintaan yang meninggi membuat harga telur di beberapa daerah bergerak naik, meski masih dalam batas wajar,” kata Amalia.
Meski tekanan inflasi masih terjadi pada sejumlah komoditas, Kalimantan Timur dinilai mampu menjaga kestabilan harga dalam koridor yang terkontrol. Pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil menjaga inflasi tetap berada dalam rentang target. (Zulfikar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....