Merawat Istikamah Pascaramadan

  • 02 Apr 2026 06:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Berlalunya bulan suci Ramadan seringkali diikuti dengan penurunan ritme ibadah bagi umat Muslim. Fenomena masjid yang mulai lengang di bulan Syawal menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pribadi yang ingin mempertahankan kualitas spiritualnya.

Hal tersebut ditanggapi Ustaz Rahmad dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur dalam siaran Mutiara Pagi RRI Senin 23 Maret 2026. Menurutnya bulan Ramadan sejatinya bukanlah garis finis, melainkan sebuah madrasahyang melatih kedisiplinan diri.

"Yang pertama adalah bagaimana Ramadan yang telah berlalu ini tetapi amal kita tidak boleh ikut berlalu. Sehingga Ramadan adalah menjadi sarana madrasah rohani Ramadan menjadi bulan pendidikan spiritual yang dapat membuat kita mampu untuk bisa menahankan hawa nafsu kita, mampu mendisiplinkan ibadah kita," kata Ustaz Rahmad.

Ibadah yang dilakukan selama sebulan penuh di bulan Ramadan seharusnya membekas dalam karakter, bukan sekadar rutinitas musiman. Ustaz Rahmad mengingatkan agar amal saleh tidak ikut pergi bersamaan dengan perginya bulan Ramadan.

"Jika setelah Ramadan itu berlalu, maka indikator yang bisa kita dapati bahwa yang pertama ibadah salat lima waktu kita tetap terjaga. Yang kedua, Al-Qur'anul Karim yang kita baca kemarin tetap dibaca. Sedekah yang kita lakukan kemarin pada saat Ramadan tetap berjalan. Maka apabila itu tetap terjadi, itu bertanda bahwa ibadah Ramadan kita itu tidak ada yang sia-sia," ujarnya.

Namun, realita yang terlihat menunjukkan bahwa bulan Syawal sering menjadi masa ujian yang berat bagi konsistensi ibadah. Banyak umat yang kembali lalai begitu euforia kemenangan tiba.

Sebagai langkah awal menjaga momentum di bulan Syawal, umat Islam sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa sunah enam hari. Keutamaan puasa ini bukan sekadar pelengkap, melainkan penyempurna kekurangan puasa Ramadan dan memiliki nilai pahala seperti berpuasa setahun penuh.

Selain itu, menjaga salat berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum laki-laki, menjadi cara efektif untuk merawat kedekatan ibadah kepada Allah. Ustaz Rahmad mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Syawal sebagai ajang pembuktian kualitas diri dengan mempertahankan konsistensi ibadah yang telah terbentuk pada bulan Ramadan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....