Memahami Metamorfosis Ramadan menuju Pribadi Bertakwa

  • 23 Feb 2026 09:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah ruang pembentukan diri, tempat setiap Muslim diuji untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ibarat ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, Ramadan diharapkan menjadi proses perubahan menuju ketakwaan.

Ustaz Syarif Hidayatullah dari Sahabat Misykat Indonesia, mengingatkan bahwa perintah puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bukan tanpa tujuan. “Allah memerintahkan puasa agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Bukan sekadar menahan lapar, tapi menahan diri dari segala yang dilarang,” katanya.

Puasa melatih manusia untuk menahan diri dari hal yang dilarang Allah Swt. Inilah yang menjadi pendidikan spiritual Ramadan.

''Makanan halal saja bisa kita tahan di siang hari. Maka seharusnya yang haram lebih mudah lagi kita tinggalkan,'' ujar Ustaz Syarif, dikutip Senin, 22 Februari 2026.

Menjalani ibadah di bulan Ramadan perlu persiapan fisik, mental, dan ilmu. Secara mental, niat harus diluruskan jika puasa dilakukan semata-mata karena Allah. Secara fisik, tubuh perlu dipersiapkan agar kuat menjalani ibadah. Sementara secara ilmu yaitu pemahaman tentang puasa, sahur, berbuka, hingga amalan sunah harus dipelajari kembali.

Ustaz Syarif juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi setelah Ramadan usai. ''Perlu istikamah di hati kita, kesungguhan dan keikhlasan agar dapat konsisten beribadah. Dampak istikamah ini luar biasa untuk kehidupan kita,'' ucapnya dalam Hikmah Pagi Pro4 RRI Samarinda.

Ramadan adalah sebuah titik perubahan. Jika setelah Ramadan seseorang menjadi lebih disiplin beribadah dan lebih lembut dalam bersikap, maka telah bermetamorfosis menuju pribadi yang lebih bertakwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....