Meneladani Kedisiplinan dan Adab Puasa Rasulullah

  • 18 Mar 2026 19:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID. Samarinda - Dalam program Dialog Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Selasa, 17 Maret 2026, Ustaz Baginda Abu Bakar menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah sebagai standar utama dalam kedisiplinan beribadah, terutama terkait adab-adab saat menjalankan puasa.

Ustaz Baginda menjelaskan, Rasulullah adalah sosok uswatun hasanah atau suri tauladan yang sempurna dalam segala aspek kehidupan. Kedisiplinan yang dicontohkan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk ketaatan yang memiliki dimensi spiritual mendalam. Salah satu adab utama yang ditekankan adalah pelaksanaan makan sahur yang benar menurut sunnah.

Menurut Ustaz Baginda, sahur bukan hanya persiapan fisik agar tidak merasa lapar di siang hari, melainkan sumber keberkahan. Ia mengutip hadis yang menekankan pentingnya aktivitas ini bagi setiap Muslim yang hendak berpuasa.

"Kerjakanlah sahur oleh kalian, Sesungguhnya dalam makan sahur itu ada keberkahan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia turut merincikan bahwa disiplin dalam sahur juga berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Sunnah yang diajarkan adalah mengakhirkan sahur atau mendekatkannya dengan waktu imsak. Hal ini menunjukkan efisiensi waktu dan kesiapan spiritual menyambut ibadah utama.

Selain sahur, aspek kedisiplinan lain yang sangat ditekankan adalah adab dalam berbuka puasa. Berbeda dengan sahur yang dianjurkan untuk diakhirkan, berbuka puasa justru sangat dianjurkan untuk disegerakan begitu waktu magrib tiba. Hal ini merupakan simbol ketaatan terhadap ketetapan Allah Swt.

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa," katanya.

Disiplin ini mengajarkan umat untuk tidak menunda-nunda hak tubuh setelah seharian berpuasa. Meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, membatalkan puasa tepat waktu adalah bagian dari mengikuti akhlak mulia Nabi Muhammad.

Sebagai penutup, Ustaz Baginda mengajak seluruh umat Muslim untuk mempraktikkan adab-adab kecil ini secara konsisten. Dengan meneladani kedisiplinan Rasulullah, diharapkan puasa yang dijalankan tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi mampu mengantarkan setiap individu menuju derajat takwa yang sesungguhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....