Hakikat Puasa Ramadan Bentuk Takwa dan Kendali Diri
- 25 Feb 2026 13:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang memiliki tujuan mulia bagi setiap muslim. Allah Swt. menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi orang yang bertakwa.
Kepada RRI, ustaz KH. M. Khozin menjelaskan bahwa takwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan latihan pengendalian diri dan peningkatan kualitas iman.
“Hakikat tujuan puasa yaitu agar kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa puasa harus berdampak pada perubahan sikap dan perilaku,” kata ustaz Khozin, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.
Rasulullah Saw. juga mengingatkan bahwa orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan tercela, maka Allah tidak membutuhkan puasanya. Hadis ini menunjukkan bahwa puasa harus disertai penjagaan lisan dan perbuatan.
“Bulan Ramadan juga memiliki banyak keutamaan, di antaranya diturunkannya Al-Qur’an pada bulan ini. Selain itu, terdapat malam lailatulqadar yang lebih baik daripada seribu bulan,” ucap ustaz Khozin.
Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. Kesempatan tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah seperti tarawih, tadarus, dan doa.
Dengan memahami hakikat puasa, seorang muslim tidak akan menyia-nyiakan Ramadan begitu saja. Puasa yang dijalankan dengan iman dan keikhlasan akan mengantarkan seseorang pada ampunan dan derajat takwa yang lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....