Mengapa Ibadah Terasa Lebih Berat di Pertengahan Ramadan? Ini Penjelasannya

  • 05 Mar 2026 08:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah wajib maupun sunah. Umat muslim juga dianjurkan mengamalkan berbagai kebaikan yang bernilai pahala.

Namun memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan, sebagian orang mulai merasa lelah. Kondisi ini membuat semangat menjalankan ibadah tidak sekuat saat awal Ramadan.

Muharrik Dakwah Samarinda, Ustaz Abdi Rahman mengatakan Allah memberikan keistimewaan Ramadan kepada umat Nabi Muhammad. Ramadan menjadi satu bulan istimewa di antara dua belas bulan dalam kalender Hijriah.

Ia menjelaskan Ramadan merupakan bulan penuh ampunan dan rahmat. Allah juga melipatgandakan pahala bagi setiap kebaikan dan amal saleh.

Dikutip dari Dialog Tauladan (Tanya Ustad di Bulan Ramadan) di RRI Pro 2 Samarinda pada Jumat, 27 Februari 2026, Abdi Rahman menjelaskan makna Ramadan. Ia menyebut Ramadan tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan dahaga.

“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga dari imsak hingga magrib. Ramadan sebenarnya adalah perjalanan rohani,” ujarnya.

Ia mengatakan Ramadan mengajarkan umat muslim memperkuat nilai rohani dalam diri. Keperluan rohani perlu dipenuhi selain kebutuhan fisik sehari-hari.

Namun rencana ibadah yang disusun sejak awal Ramadan tidak selalu berjalan lancar. Rasa lelah dan mengantuk sering membuat ibadah malam terasa lebih berat.

Sebagian orang mulai jarang melakukan tahajud, istikharah, atau witir. Kondisi ini biasanya muncul setelah beberapa hari menjalani puasa.

Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya hal yang wajar dirasakan banyak orang. Tubuh manusia membutuhkan proses penyesuaian selama menjalani ibadah puasa.

Ia menambahkan Nabi Muhammad telah memberikan contoh dalam menyambut Ramadan. Rasulullah mempersiapkan diri jauh sebelum bulan suci tersebut tiba.

“Saat Nabi Muhammad akan menghadapi Ramadan, beliau bersungguh-sungguh mempersiapkan diri. Rasulullah juga menganjurkan umatnya memperbanyak doa sejak beberapa bulan sebelumnya,” ucapnya.

Ia mengatakan Rasulullah juga memperbanyak puasa pada bulan Rajab dan Syakban. Amalan tersebut menjadi persiapan sebelum memasuki Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....