Hangatnya Tradisi Ramadan hingga Menyambut Lebaran di Cilacap
- 18 Mar 2026 15:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ramadan selalu menghadirkan cerita yang berbeda di setiap daerah di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, tradisi, kuliner, hingga kebersamaan masyarakat menjadi warna tersendiri yang memperkaya makna bulan suci ini. Dalam program Kesah Ramadan Pro 4 RRI Samarinda, menghadirkan narasumber Arji Andika, yang berbagi cerita tentang suasana Ramadan hingga persiapan menyambut Lebaran di kampung halamannya, Cilacap, Jawa Tengah.
Arji bercerita bahwa ia berasal dari Desa Karangjengkol, sebuah wilayah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Keunikan daerah ini tak hanya dari letaknya, tetapi juga dari budaya dan bahasa khasnya, yaitu bahasa ngapak. Menurut Arji, Ramadan di Cilacap memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya adalah kondisi cuaca yang cukup panas karena daerah tersebut merupakan kawasan industri. “Kalau Ramadan di Cilacap itu panas, seperti punya matahari tiga. Tapi di balik itu, justru banyak aktivitas UMKM, terutama jualan takjil yang ramai setiap sore, “ ujarnya, pada Rabu 18 Maret 2026.
Tradisi masyarakat pun masih terjaga dengan baik, seperti punggahan sebagai bentuk syukuran sebelum Ramadan dan padusan, yaitu kegiatan membersihkan diri di sumber air. “Setiap mau Ramadan ada tradisi punggahan, semacam syukuran bersama. Lalu ada padusan untuk mensucikan diri menyambut bulan suci,” ucap Arji.
Memasuki bulan Ramadan, suasana semakin semarak dengan pawai obor dan tradisi khas abid-abidan, permainan api yang dilakukan secara berkelompok. “Abid-abidan itu seperti permainan api pakai bambu. Dilakukan ramai-ramai dan jadi tradisi yang selalu ditunggu masyarakat, “ ucapnya.
Arji juga mengatakan mendoan sebagai sajian khas yang selalu hadir. Tak hanya berbagi tradisi, Arji juga mengungkapkan momen paling berkesan di Ramadan tahun ini. “Alhamdulillah, awal Ramadan kemarin saya terpilih menjadi juara pertama PTQ RRI cabang tausiah di Jakarta. Ini jadi pengalaman yang sangat berkesan,” katanya.
Menjelang Lebaran, suasana di Cilacap semakin meriah. Masyarakat mulai bersiap dengan berbagai kegiatan, salah satunya persiapan festival abid-abidan yang digelar pada malam takbiran. “Menjelang Lebaran, masyarakat sudah mulai menyiapkan bambu, sabut kelapa, dan perlengkapan untuk abid-abidan. Nanti malam takbir itu ramai sekali, bahkan jalanan penuh warga,” ucapnya.
Selain itu, tradisi takbir keliling juga menjadi momen yang dinanti, bahkan di beberapa tempat dilombakan berdasarkan kekompakan dan kreativitas kelompok. Dari sisi kuliner Lebaran, masyarakat Cilacap memiliki hidangan khas yang tak kalah menarik. “Kalau Lebaran biasanya ada ketupat, disandingkan dengan tahu masak dan karedok. Ditambah mendoan, itu sudah lengkap sekali,” ucapnya.
Menurut Arji, yang paling terasa dari Ramadan hingga Lebaran di Cilacap adalah kuatnya nilai kebersamaan. Arji juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi daerah. “Kalau bukan kita yang menjaga tradisi, siapa lagi? Mari generasi muda terus melestarikan budaya, termasuk mengenalkan bahasa ngapak agar tidak hilang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....