Pentingnya Luruskan Niat dalam Fenomena Hijrah Modern

  • 17 Mar 2026 18:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Fenomena hijrah yang semakin marak di tengah masyarakat perlu disikapi dengan pemahaman yang benar, khususnya terkait niat yang melandasinya. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Hafi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Samarinda, yang menegaskan nilai hijrah tidak semata terlihat dari perubahan lahiriah, melainkan dari niat dalam hati.

Dalam penjelasannya, Hafi mengingatkan kembali hadis Nabi Muhammad SAW yang sangat populer, “Innamal a’malu binniyat,” yang berarti setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Ia menjelaskan hadis tersebut menjadi landasan utama dalam menilai kualitas hijrah seseorang.

“Dalam Islam, amal tidak hanya dinilai dari apa yang tampak, tetapi dari niat di dalam hati. Seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan,” ujarnya dalam program Tauladan, Senin 16 Maret 2026.

Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan contoh hijrah yang dikaitkan langsung dengan niat. Secara lahiriah, dua orang bisa melakukan tindakan hijrah yang sama, namun nilainya di sisi Allah SWT bisa sangat berbeda.

Ia mencontohkan, ada individu yang berhijrah murni karena Allah dan Rasul-Nya, tetapi ada pula yang melakukannya karena dorongan lain seperti ingin dihormati, terlihat saleh, atau sekadar mengikuti tren sosial.

“Secara kasat mata mungkin sama, tetapi pahala dan nilainya di sisi Allah sangat berbeda. Karena itu, penting untuk meluruskan niat sebelum berhijrah,” katanya.

Ia juga menekankan Allah SWT tidak menilai seseorang dari penampilan, harta, atau atribut luar lainnya, melainkan dari hati dan amal perbuatannya. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih introspektif dalam memaknai hijrah.

“Ketika seseorang ingin berhijrah, perbaiki niat dan amalnya. Hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi transformasi hati yang dilandasi keikhlasan,” ujarnya.

Ia berharap pemahaman ini dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim agar tidak terjebak pada aspek simbolik semata, melainkan menjadikan hijrah sebagai proses spiritual yang tulus dan berorientasi kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....