Tradisi Kuliner Jawa: Pepes dan Kolak Jadi Andalan Berbuka di Samarinda
- 16 Mar 2026 12:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Nuansa Ramadan 1447 Hijriah di Kota Samarinda semakin terasa kental dengan beragam tradisi kuliner khas nusantara, khususnya dari masyarakat Jawa. Dalam program siaran Pantas Jawa di Pro 4 RRI Samarinda pada Kamis, 26 Februari 2026, Mbah Sapar membahas bagaimana menu tradisional tetap menjadi primadona di meja makan saat waktu berbuka tiba, meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Salah satu menu yang menjadi sorotan utama adalah aneka hidangan pepes. Hidangan yang dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus atau dibakar ini dinilai memiliki cita rasa otentik yang tak tergantikan. Ikan patin, bandeng, hingga ati ampela menjadi bahan favorit yang sering diolah dengan bumbu rempah khas Jawa untuk menemani santap berbuka warga Samarinda.
Tak hanya makanan berat, kudapan manis juga menduduki posisi penting dalam tradisi berbuka puasa. Kolak pisang yang dicampur dengan tape ketan disebut sebagai menu wajib bagi banyak keluarga Jawa. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan dianggap mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
"Menawi tiyang Jawi niku tradisine nggih menika kolak niku, kolak pisang kalih tape niku wajibe. (Bagi orang Jawa, tradisinya adalah kolak, kolak pisang dengan tape itu wajibnya)," ujar Mbah Sapar saat berbincang di studio Pro 4 RRI Samarinda.
| Baca juga: Tradisi yang Tetap Lestari di Kota Kembang |
Selain kolak, aneka gorengan seperti pisang goreng (yang di Samarinda akrab disebut sanggar) dan kudapan tradisional seperti ndog gludug atau jemblem yang berbahan dasar singkong juga kerap menghiasi meja makan. Mbah Sapar menjelaskan makanan berbahan dasar singkong yang ditumbuk halus dan diberi pemanis merupakan warisan kuliner yang masih dijaga hingga kini.
Diskusi ini juga menyoroti bagaimana tradisi kuliner ini menjadi jembatan silaturahmi antarwarga di perantauan. Melalui siaran interaktif, pendengar dari berbagai kawasan di Samarinda, mulai dari Gang Ngokok hingga Sepinggan, saling berbagi cerita mengenai menu berbuka mereka, yang sering kali melibatkan masakan rumah seperti sayur urap dan ikan asin.
Mbah Sapar juga menegaskan, meskipun zaman terus berkembang, kegemaran terhadap menu tradisional seperti bubur sumsum dan kolak tape tetap tak tergoyahkan. Tradisi kuliner ini bukan sekadar urusan perut, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus dirawat oleh masyarakat Jawa di tanah Borneo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....