Puasa Ramadan Kunci Membentuk Pribadi Insan Kamil
- 14 Mar 2026 20:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan menjadi momentum transformasi besar bagi seorang muslim. Ustaz Arif Rahmatullah dari Sahabat Misykat Indonesia menekankan esensi puasa sebagai proses pembentukan insan kamil atau manusia paripurna yang memiliki keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.
Menurut Ustaz Arif, ada lima ciri utama pribadi insan kamil yang menjadi tujuan dari madrasah Ramadan. Pertama, adanya keseimbangan antara iman dan amal saleh. Kedua, memiliki spiritualitas yang kuat serta akhlak yang baik. Ketiga, cerdas secara pikiran namun tetap lembut hatinya. Keempat, senantiasa berupaya mendekatkan diri kepada Allah. Kelima, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia serta makhluk hidup lainnya.
Ramadan sering disebut sebagai syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan, di mana setiap individu dilatih untuk meningkatkan kualitas diri. Ustaz Arif menjelaskan dalam proses ini, seorang muslim belajar untuk naik kelas menuju puasa khusus.
‘’Puasa khusus ini melibatkan penjagaan hati dari sifat ria, sombong, dan dengki, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat,’’ ujar Ustaz Arif, dikutip 14 Maret 2026.
Salah satu fondasi utama dalam pembentukan karakter ini dengan munculnya perasaan muraqabah. Sebuah kesadaran dari setiap tindakan, selalu berada di bawah pengawasan Allah Swt. Kesadaran inilah yang kemudian menuntun seseorang untuk selalu berbuat baik.
‘’Kalau Ramadan ini selesai dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, lebih ikhlas, serta lebih lembut hati, maka insyaallah kita telah berhasil membentuk pribadi insan kamil,’’ kata Ustaz Arif.
Namun tantangan sesungguhnya muncul setelah Ramadan berlalu. Banyak orang yang semangat ibadahnya menurun drastis saat memasuki bulan-bulan berikutnya. Ustaz Arif mengingatkan salah satu penyebab hilangnya nikmat ibadah pasca Ramadan, yaitu dosa dan maksiat kecil yang sering dianggap remeh.
Dosa yang terus-menerus dilakukan dapat mencabut rasa nikmat dalam salat dan doa, sehingga ibadah terasa hampa dan tidak bermakna. Konsisten berbuat baik menjadi kunci utama untuk mempertahankan gelar insan kamil dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....