Tradisi Ramadan di Balikpapan Utara
- 08 Mar 2026 11:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang penuh makna bagi masyarakat di berbagai daerah. Selain menjadi momen meningkatkan ibadah, Ramadan juga menjadi waktu untuk mempererat kebersamaan antarwarga melalui berbagai tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Hal tersebut juga terlihat dalam kehidupan masyarakat di Balikpapan Utara yang memiliki beragam kegiatan khas saat Ramadan tiba.
Dalam program Kesah Ramadan bersama Cira Rahmadani, seorang influencer sekaligus business owner yang kini menetap di Balikpapan Utara. Cira mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya bukan asli Balikpapan. Ia berasal dari Muara Badak dan sempat tinggal cukup lama di Samarinda sebelum akhirnya menetap di Balikpapan sejak tahun 2023. “Sebenarnya saya bukan asli Balikpapan, saya dari Muara Badak dan sempat lama juga tinggal di Samarinda. Tapi sejak beberapa tahun terakhir menetap di Balikpapan karena rezekinya di sini,” ujarnya.
Menurut Cira, hal pertama yang terlintas ketika berbicara tentang Ramadan di Balikpapan Utara adalah kebersamaan masyarakat. Ia menilai suasana Ramadan di kawasan Graha Indah atau yang dikenal dengan sebutan daerah “Turki” (Turunan Kilo) selalu ramai, terutama dengan hadirnya pasar Ramadan di kawasan perumahan. “Kalau Ramadan yang paling terasa itu kebersamaan. Di daerah Turki, hampir setiap gang ada yang jualan takjil. Ramainya sama seperti pasar Ramadan di kota,” katanya.
Keramaian tersebut bahkan sudah terlihat sejak sore hari menjelang berbuka puasa. Warga dan pengunjung memadati kawasan tersebut untuk mencari takjil. “Biasanya dari jam setengah lima sore itu sudah penuh. Bahkan yang biasanya tidak ada tukang parkir, tiba-tiba ada karena saking ramainya,” kata Cira sambil tertawa.
Selain pasar Ramadan, masyarakat Balikpapan Utara juga masih menjaga sejumlah tradisi yang dilakukan setiap tahun. Salah satunya adalah kegiatan berbagi makanan kepada tetangga sebelum memasuki bulan puasa serta pawai obor yang diikuti perwakilan dari setiap RT di lingkungan perumahan. “Ada tradisi berbagi makanan sebelum Ramadan, lalu ada juga pawai obor keliling kompleks. Itu seru sekali dan masih dilakukan sampai sekarang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, masyarakat setempat juga rutin menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti kerja bakti membersihkan masjid hingga lomba ceramah anak atau pildacil yang biasanya diadakan menjelang akhir Ramadan. Menurut Cira, kegiatan-kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus membangun semangat keagamaan di kalangan anak-anak.
Cira berharap berbagai tradisi Ramadan di Balikpapan Utara dapat terus dilestarikan oleh generasi muda. “Semoga tradisi ini terus dijaga dari generasi ke generasi. Karena dari kegiatan sederhana seperti selamatan, perang sarung, pildacil, hingga tarawih berjamaah, bukan hanya menjalankan tradisi, tetapi juga mempererat silaturahmi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....