Semarak Ramadan di Babulu Darat, Penajam Paser Utara

  • 04 Mar 2026 11:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Suasana Ramadan di Desa Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menghadirkan cerita tersendiri bagi warganya. Meski tidak jauh berbeda dengan daerah lain, sejumlah tradisi lokal tetap menjadi bagian yang dinanti setiap tahun. Bagi generasi muda, Ramadan juga identik dengan momen silaturahmi dan kebersamaan.

Nur Ayalis Alfira, warga Babulu Darat, mengaku telah menetap di daerah tersebut sejak kecil. Ia menyebut Ramadan identik dengan agenda buka puasa bersama. “Yang paling saya tunggu itu bukber, karena bisa ketemu teman-teman dan alumni,” ucapnya, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Salah satu tradisi yang masih bertahan adalah membangunkan sahur dengan pengeras suara keliling. Sejumlah pemuda berkeliling menggunakan sepeda motor sambil membawa sound system dan mikrofon. “Biasanya anak-anak muda laki-laki yang keliling bangunin sahur pakai motor. Sound system-nya dibawa dan diumumkan langsung,” kata Fira. Tradisi tersebut semakin semarak menjelang akhir Ramadan.

Selain itu, kegiatan tadarus berlangsung di masjid-masjid hingga larut malam dan diikuti berbagai kalangan usia. Menjelang Idulfitri, warga juga menggelar takbiran keliling menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. “Kalau mau lebaran, biasanya takbiran keliling. Ada yang pakai motor, mobil, bahkan truk dengan sound system,” ujar dia. Keterlibatan generasi muda juga terlihat dalam pengumpulan dan penyaluran zakat kepada masyarakat.

Dari sisi kuliner, pasar Ramadan menjadi pusat aktivitas warga. Di Babulu Darat, pasar lama yang tidak lagi difungsikan sehari-hari dimanfaatkan khusus selama Ramadan. “Kalau Ramadan, pasar lama itu jadi pusat jualan takjil. Penjualnya banyak dan biasanya semua kebagian,” ucapnya. Salah satu menu khas yang kerap dicari adalah gence ruan, olahan ikan gabus bakar yang disiram sambal khas berbumbu rempah. “Gence ruan itu ikan gabus bakar yang disiram sambal pedas. Itu salah satu yang khas di Penajam,” kata dia.

Bagi Fira, momen paling berkesan selama Ramadan adalah kebersamaan bersama keluarga dan teman-teman yang pulang kampung. Ia berharap generasi muda dapat terus memakmurkan masjid dan menjaga ketertiban selama bulan suci. “Harapannya, anak-anak muda bisa lebih aktif di masjid dan menjaga kebersamaan. Karena ini bulan suci, sebisa mungkin jangan ada keributan,” ujar Fira.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....