Inilah Strategi Mengatasi Masalah Pencernaan saat Puasa Ramadan
- 01 Mar 2026 01:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Puasa di bulan Ramadan membawa banyak manfaat, mulai dari meningkatkan ketakwaan hingga memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Umat Muslim di seluruh penjuru dunia menjalankan ibadah puasa selama Ramadan yang berlangsung kurang lebih selama 30 hari.
Dalam kurun waktu tersebut, umat Islam menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan durasi yang dapat berlangsung antara 11 hingga 17 jam, tergantung pada letak geografis tempat tinggalnya.
| Baca juga: Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh |
Perubahan pola makan dan jam biologis berisiko memicu berbagai keluhan, seperti perut kembung, asam lambung kambuh, sembelit, hingga diare. Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Iranian Crescent Medical Journal mencatat adanya peningkatan keluhan sembelit selama puasa Ramadan pada umat Muslim yang berpuasa.
Pada umumnya, sembelit selama Ramadan dipicu oleh beberapa faktor, seperti kurangnya asupan makanan, rendahnya konsumsi serat, minimnya aktivitas fisik, kurangnya cairan, serta perubahan pola tidur pada malam hari.
Melansir Health, agar puasa tetap lancar tanpa gangguan pencernaan, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
- Tingkatkan Asupan Serat
Serat sangat penting untuk memperlancar pergerakan usus dan membantu melunakkan tinja. Konsumsi sumber serat alami dari makanan utuh akan membantu menambah volume tinja sehingga proses buang air besar menjadi lebih optimal. - Perbaiki Posisi Saat BAB
Saat buang air besar, pilih posisi jongkok karena posisi ini dinilai lebih alami bagi tubuh dalam proses pengosongan usus. Posisi jongkok membantu mengurangi beban berlebih dan mempermudah pengosongan usus. - Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi dan sembelit. Perubahan warna urine dapat menjadi indikasi sederhana status hidrasi. Urine berwarna kuning muda menandakan hidrasi cukup, sedangkan warna yang lebih gelap menjadi tanda perlunya tambahan cairan. - Tetap Aktif Bergerak
Melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki, dapat membantu merangsang pergerakan usus dan memperlancar sistem pencernaan. Hal ini dapat menjadi pilihan yang realistis selama puasa Ramadan.
Dengan pola makan yang seimbang dan pengaturan waktu makan yang tepat, ibadah puasa Ramadan dapat dijalani dengan nyaman tanpa gangguan kesehatan pencernaan yang berarti. Risiko sembelit pun dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas ibadah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....