SMKN 3 Samarinda Tanamkan Empati lewat Bakti Sosial
- 27 Feb 2026 15:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kegiatan Pesantren Ramadan di SMK Negeri 3 Samarinda resmi ditutup pada Jumat, 27 Februari 2026, setelah berlangsung selama empat hari sejak Senin 23 Februari 2026. Penutupan kegiatan tersebut dirangkai dengan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada puluhan siswa kurang mampu di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SMK Negeri 3 Samarinda ini menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadan. Selain mendapatkan materi keagamaan, para siswa juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi nyata berbagi dengan sesama.
Kepala SMKN 3 Samarinda, Elis Susiana, mengatakan, Pesantren Ramadan tahun ini dilaksanakan selama empat hari dan ditutup dengan kegiatan bakti sosial, ucapnya.
“Penutupan pesantren Ramadan yang dilaksanakan empat hari dari hari Senin kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 76 siswa menerima bantuan sembako dari total 1.134 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut. Bantuan tersebut disalurkan kepada siswa yang masuk kategori kurang mampu berdasarkan pendataan dari masing-masing kelas.

“Sekitar 76 siswa yang disantuni dari total 1.134 siswa,” ucapnya.
| Baca juga: Puasa Jadi Sarana Latih Kejujuran dan Sabar |
Elis menambahkan, bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang bersumber dari sumbangan sukarela seluruh warga sekolah, baik siswa kelas 10, kelas 11, kelas 12 maupun para pendidik dan tenaga kependidikan.
“Bantuannya berupa sembako yang mana itu hasil dari sukarela dari warga sekolah, baik itu dari siswanya kelas 10, kelas 11, kelas 12, Bapak Ibu PTK Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMK Negeri 3 Samarinda,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar 38 rombongan belajar (rombel), di mana masing-masing kelas diwakili dua siswa yang masuk kategori tidak mampu untuk menerima bantuan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial Ramadan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat karakter siswa agar memiliki rasa empati dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Harapan kami supaya anak-anak ini nanti dapat terbentuk karakternya yaitu bisa berbagi dengan sesama. Rasa empati siswa di sekolah kami ini lebih dikuatkan lagi sehingga bukan hanya pada saat bulan Ramadan ini saja, tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik itu pasca bulan Ramadan ini,” ucapnya.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan dan bakti sosial ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....