Tiga Amalan Utama menuju Ramadan Terbaik 1447 Hijriah

  • 20 Feb 2026 17:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menyongsong kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim diajak untuk mempersiapkan diri agar dapat meraih kualitas ibadah terbaik. Dalam program Hikmah Pagi di RRI Samarinda, Ustaz Machnun Uzni menekankan pentingnya menanamkan kerinduan terhadap Ramadan serta menyusun agenda amalan prioritas sejak dini agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga.

Ustaz Machnun menjelaskan bahwa persiapan terbaik dapat merujuk pada filosofi perdagangan yang tidak pernah merugi, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-Fatir ayat 29. Terdapat tiga amalan kunci yang menjadi pilar utama dalam membangun spiritualitas selama bulan suci, yakni tilawah Al-Qur'an, mendirikan salat, dan konsistensi dalam berinfak.

"Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama kita. Satu huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan, dan interaksi dengan kitab suci ini akan menurunkan ketenangan serta rahmat ke dalam jiwa kita," ujar Ustaz Machnun Uzni saat memaparkan materi.

Amalan kedua yang harus ditingkatkan adalah kualitas salat, baik salat wajib maupun salat sunah seperti tarawih (qiyamul Ramadan). Ustaz Machnun mengingatkan bahwa salat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan media komunikasi hamba dengan penciptanya yang harus dilakukan dengan pemahaman makna di setiap bacaannya agar mampu menumbuhkan rasa rendah hati.

"Barang siapa yang mendirikan salat di bulan Ramadan karena iman dan mengharap rida Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya. Ini adalah peluang emas yang harus kita ambil," ucap beliau menekankan pentingnya kedisiplinan beribadah.

Pilar ketiga adalah penguatan nilai empati melalui infak dan sedekah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Di bulan Ramadan, umat Muslim didorong untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya, seperti berbagi takjil untuk berbuka puasa atau menyiapkan santapan sahur bagi mereka yang membutuhkan.

"Mari kita mulai berhitung dan merencanakan anggaran untuk berbagi kepada sesama. Memberikan hadiah makanan berbuka kepada tetangga atau fakir miskin adalah bentuk ibadah sosial yang sangat mulia," kata Ustaz Machnun menambahkan.

Melalui integrasi ketiga amalan ini, membaca Al-Qur'an, memperbanyak salat sunah, dan gemar berbagi, diharapkan setiap individu dapat keluar dari bulan Ramadan sebagai pribadi yang bersih dan bertakwa. Ustaz Machnun berharap Ramadan tahun ini menjadi yang terbaik bagi seluruh umat, seolah-olah ini adalah kesempatan terakhir untuk beribadah di bulan yang penuh berkah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....