Dokter Ungkap Puasa Bisa Bantu Kendalikan Maag, Ini Alasannya
- 24 Feb 2026 22:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Puasa Ramadan kerap dikaitkan dengan keluhan maag. Tidak sedikit orang yang ragu menjalankan ibadah puasa karena khawatir asam lambung naik dan gejala kambuh, seperti perih di ulu hati, mual, hingga kembung.
Padahal, dengan pola yang tepat, puasa justru bisa memberi dampak positif bagi penderita maag. Hal itu disampaikan dokter sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Swandari Paramita.
Menurutnya, maag memang menjadi penyakit yang paling sering muncul setiap Ramadan. “Penyakit yang identik muncul saat sedang puasa yang nomor satu maag. Itu yang sering jadi pertanyaan kalau ke dokter. 'Saya punya maag kronis, dok. Boleh enggak puasa?' Justru jawaban kami malah boleh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu alasan puasa dapat membantu mengontrol maag adalah pola makan yang menjadi lebih teratur. Saat Ramadan, waktu makan terbagi jelas antara sahur dan berbuka.
Secara teori, lanjutnya, tubuh memiliki mekanisme penyesuaian ketika seseorang berniat puasa. Ia mengamati pada banyak pasiennya, produksi asam lambung justru lebih terkendali ketika puasa dijalankan dengan sungguh-sungguh dan pola makan dijaga.
"Ini memang aspeknya ke arah spiritual, tapi memang banyak kejadian di pasien-pasien saya demikian. Sepertinya begitu niat puasa, asam lambung itu tidak keluar berlebihan. Tubuh seperti tahu bahwa ini sedang puasa,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa puasa bagi penderita maag harus dijalankan dengan benar. Sahur tidak boleh dilewatkan, dan menu yang dikonsumsi perlu diperhatikan.
Swandari pun menyarankan penderita maag berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Setelah itu, makan malam bisa dilakukan dengan porsi wajar dan tidak berlebihan.
“Begitu puasa dijalankan dengan sahur yang benar, buka yang normal, tidak berlebihan, lalu makan malam secukupnya, biasanya justru keluhan maagnya membaik,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar penderita maag tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk mengubah pola makan menjadi tidak terkontrol saat malam hari. Kunci utamanya tetap pada keteraturan dan niat yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.
“Selama ini kalau sering telat makan suka maag. Justru saya minta jalankan puasa, tapi dengan niat yang serius dan pola yang benar,” katanya.
Dengan pendekatan yang tepat, puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi momen untuk memperbaiki pola makan dan menjaga kesehatan lambung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....