Strategi Aman Puasa Ramadan bagi Pasien Diabetes

  • 13 Feb 2026 09:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menjelang bulan suci Ramadan, kekhawatiran terhadap risiko hipoglikemia dan hiperglikemia kerap menghantui penyintas diabetes. Karena itu, diperlukan strategi khusus agar pasien diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara aman dan terukur.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Samarinda Medika Citra, Febrian Juventianto Gunawan, mengatakan tidak semua pasien diabetes mendapatkan “lampu hijau” untuk berpuasa. Hal tersebut bergantung pada klasifikasi risiko masing-masing pasien.

“Tidak semua pasien diabetes memiliki izin untuk berpuasa. Semua bergantung pada klasifikasi risiko masing-masing,” ujarnya saat Dialog Indonesia Sehat, Kamis, 12 Februari 2026.

Febrian menjelaskan, terdapat tiga pilar strategi utama yang perlu dipahami pasien diabetes sebelum menjalankan puasa Ramadan. Pertama, evaluasi risiko praramadan. Pasien harus dikategorikan berdasarkan tingkat risiko tinggi, sedang, atau rendah. Pasien dengan diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol atau yang baru mengalami komplikasi akut sangat disarankan berkonsultasi intensif dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa.

Kedua, pengaturan pola makan. Saat sahur, pasien dianjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti gandum atau beras merah yang melepaskan energi secara perlahan sehingga kadar gula darah lebih stabil hingga sore hari. Saat berbuka, pasien diminta tidak “balas dendam” dengan makan berlebihan. Awali dengan hidrasi yang cukup dan porsi kecil karbohidrat sederhana untuk mengembalikan energi secara cepat, tetapi tidak berlebihan.

Ketiga, memperhatikan kondisi kesehatan. Pasien perlu rutin memeriksa kadar gula darah secara mandiri menggunakan glukometer. Gejala seperti gemetar dan keringat dingin bisa menjadi tanda gula darah turun drastis (hipoglikemia). Sementara itu, rasa lemas berlebihan dapat menjadi indikasi kadar gula darah meningkat (hiperglikemia).

Selain itu, asupan air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur juga penting untuk mencegah dehidrasi, menjaga kekentalan darah tetap normal, serta mendukung fungsi ginjal. “Puasa yang sehat bagi pasien diabetes adalah puasa yang terukur. Jangan memaksakan diri jika kondisi fisik dan angka glukometer sudah menunjukkan tanda bahaya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....