Martabak Bakar Jadi Jajanan Favorit di Pasar Ramadan GOR Segiri Samarinda
- 24 Feb 2026 13:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang waktu berbuka, salah satu sudut di Pasar Kuliner Ramadan 2026 di GOR Segiri, Samarinda tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa orang berdiri menunggu di depan wajan besar, memperhatikan proses memasak yang tidak bisa dibilang sebentar. Di sanalah Caca Handika melayani satu per satu pesanan martabak bakar.
Usaha ini bukan bisnis musiman, tetapi sudah turun temurun. Caca adalah generasi ketiga. Ia melanjutkan usaha yang lebih dulu dirintis kakeknya, kemudian diteruskan sang ibu.
“Kalau saya sudah 10 tahun. Ibu sekitar 25 tahun. Kakek lebih lama lagi,” ujarnya.
Meski sudah lama berjualan, nama “martabak bakar” ternyata tidak langsung ada sejak awal. Dulu, dagangannya belum punya sebutan khusus. Caca sempat mencari-cari nama yang cocok selama kurang lebih empat tahun. Sampai akhirnya orang-orang mulai mengenalnya dengan nama itu.

Menurutnya, martabak ini memang dibuat berbeda. Jika martabak telur pada umumnya identik dengan daun bawang dan telur, martabak yang dijualnya memiliki isi yang lebih beragam.
"Ada kentang, sedikit wortel, daging ayam, dan daging sapi," kata Caca.
Lapisan luarnya pun menggunakan telur murni tanpa campuran air. Rempahnya tidak main-main. Caca menyebut ada sekitar 12 jenis rempah yang dipakai, seperti kapulaga hijau, cengkeh, pala, lada hitam, dan lada putih.
“Kita pakai kapulaga hijau supaya lebih wangi,” ucapnya, menambahkan.
Proses memasaknya pun cukup panjang. Jika dari awal, bisa memakan waktu sekitar 25 menit karena semua bahan dimasak dan digoreng terlebih dahulu agar tidak cepat basi. Namun untuk pesanan setengah matang, biasanya hanya perlu 5 sampai 10 menit hingga siap disajikan.
Untuk harga, martabak isi ayam dijual Rp30 ribu, sedangkan isi daging Rp35 ribu. Selama Ramadan di GOR Segiri, Caca mengaku omzet kotor per hari bisa mencapai lebih dari Rp4 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp2 jutaan.
"Biaya sewa stand di sini Rp1,7 juta. Omzet kotor Rp4 juta, jadi bersihnya kira-kira Rp 2 jutaan," ujarnya.
Selain di Pasar Ramadan, Caca juga rutin berjualan martabak bakar di Stadion Sempaja Samarinda. Ia biasa menjajakan dagangannya mulai pukul 07.00 pagi hingga 11 Wita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....