Budaya Suku Banjar di Samarinda: Sambut Ramadan dengan Tradisi Bersih Diri
- 20 Feb 2026 16:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat suku Banjar di Samarinda mulai melakukan berbagai persiapan khusus yang sarat nilai budaya. Melalui program Pantas Banjar di RRI Samarinda, Jum'at, 13 Februari 2026, terungkap bahwa tradisi bebersih rumah hingga ziarah makam menjadi fondasi utama warga dalam menyambut bulan penuh ampunan tersebut.
Acil Ewwi, selaku narasumber dalam program tersebut, menjelaskan bahwa persiapan warga Banjar dimulai dari kebersihan lingkungan tempat tinggal. Hal ini bertujuan agar saat menjalankan ibadah seperti tadarus dan salat tarawih, suasana rumah terasa nyaman dan memberikan ketenangan batin bagi seluruh anggota keluarga.
"Persiapan kita biasanya bersimpun rumah, mencuci gorden, dan menyiapkan baju-baju bersih untuk tadarus agar ibadah terasa nyaman," ujar Acil Ewwi saat memaparkan kebiasaan warga Banjar menyambut Ramadan.
Dalam sesi interaktif, seorang penelepon bernama Julak Amay menceritakan tradisi ziarah makam atau beelang yang dilakukan sebelum puasa. Menurutnya, membersihkan makam keluarga dan berdoa adalah bentuk penghormatan serta pengingat diri untuk membersihkan batin sebelum memasuki bulan suci.
"Bila hendak berpuasaan, kita nyata dulu beelang ke makam orang tua, membersihkan makamnya, dan berdoa berkirim ayat," ucap Julak Amay dalam sambungan teleponnya.
Penelepon lain, Acil Reni, menambahkan bahwa menyambut Ramadan harus dilakukan dengan sukacita dan penampilan yang bersih. Ia mengibaratkan Ramadan sebagai tamu agung atau kekasih yang kedatangannya harus disambut dengan raga yang suci dan pakaian yang terbaik serta wangi.
"Kita menyambut bulan Ramadan dengan hati yang bersih, jiwa dan raga yang bersih, pakai baju yang cantik dan wangi-wangi," kata Acil Reni saat memberikan pandangannya melalui telepon.
Acil Ewwi juga menyoroti pentingnya manajemen keuangan untuk keperluan ibadah dan sosial. Menurutnya, warga Banjar mulai menyisihkan dana sejak dini untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka, serta untuk mendukung tradisi bersedekah kepada mereka yang kurang mampu di lingkungan sekitar.
"Kita harus menyiapkan dana untuk keperluan Ramadan, baik untuk sahur maupun untuk berbagi atau bersedekah karena berbagi itu indah," ujar Acil Ewwi menekankan pentingnya kedermawanan.
Melalui sinergi antara nasihat narasumber dan pengalaman para penelepon, siaran ini menegaskan bahwa bagi warga Banjar, Ramadan adalah momentum transformasi. Kebersihan lahiriah dan kesucian batin menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan serta kesempurnaan ibadah sepanjang bulan suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....