Imbauan PCNU Balikpapan bagi Masjid dan Rumah Makan
- 17 Feb 2026 07:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Menjelang bulan suci Ramadan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan mempertegas komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Minyak.
Ketua PCNU Balikpapan, KH Muslih Umar, menyatakan harmoni yang telah terjalin selama ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai Islam Rahmatan lil Alamin.
"Kerukunan antarumat beragama di Balikpapan hingga saat ini berjalan sangat baik. Bagi warga Nahdliyin, NKRI adalah harga mati, dan hal itu bukan sekadar slogan, melainkan karakter yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar KH Muslih Umar pada Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam menyambut Ramadan, PCNU Balikpapan memberikan perhatian khusus pada penggunaan pengeras suara (tanya/toa) di masjid dan mushala. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan bersama di lingkungan masyarakat yang heterogen.
Penggunaan pengeras suara luar diharapkan tidak melebihi pukul 22.00 WITA. Setelah jam tersebut, kegiatan mengaji atau tadarus disarankan menggunakan pengeras suara dalam.
Langkah ini diambil untuk menghormati waktu istirahat warga sekitar serta menjaga keharmonisan bertetangga.
| Baca juga: Bubur Peca, Jejak Rasa dan Ibadah Ramadan |
Selain masalah pengeras suara, KH Muslih Umar juga memberikan saran terkait operasional warung makan selama bulan puasa. Ia mengusulkan adanya penyesuaian waktu operasional guna menghormati kekhusyukan ibadah puasa.
"Kami mengusulkan agar jam operasional pedagang makanan dapat digeser, yakni mulai dibuka pada waktu Ashar untuk melayani kebutuhan berbuka puasa," ucapnya.
Bagi pelaku usaha yang tetap beroperasi di pagi atau siang hari untuk melayani kelompok masyarakat yang tidak wajib berpuasa (seperti warga non-muslim, ibu hamil/menyusui, atau warga yang sedang sakit), disarankan untuk menutup area makan agar tidak terlihat secara mencolok dari ruang publik, bagi warga yang tidak berpuasa, diharapkan tidak makan dan minum secara terang-terangan di depan umum sebagai bentuk penghormatan.
Menutup pernyataannya, KH Muslih Umar menekankan bahwa semangat saling menghormati adalah kunci utama kondusivitas kota. Ramadan bukan hanya momentum spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga momentum sosial untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga Balikpapan tanpa memandang perbedaan agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....