Cara Mengajarkan Anak Nyaman Berpuasa Ramadan
- 07 Feb 2026 09:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Berpuasa Ramadan perlu diajarkan kepada anak sejak usia dini agar mereka memahami makna dan tujuan ibadah tersebut. Pemahaman yang tepat akan membuat anak menjalani puasa dengan perasaan senang, bukan sebagai beban. Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam mengenalkan puasa melalui cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Ketua Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Kalimantan Timur, Ida Nurida, menyampaikan penjelasan tentang puasa kepada anak harus disampaikan dengan bahasa yang hangat. Menurutnya anak usia dini belum membutuhkan penjelasan yang rumit, melainkan contoh nyata dan pengalaman dari orang tua. Cara bercerita dinilai lebih efektif untuk menanamkan nilai puasa.
“Agar anak tidak merasa terbebani, makna puasa perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami bagi anak,” ujar Ida kepada RRI, Sabtu, 7 Februari 2026. Ia menilai pendekatan positif akan membuat anak lebih tertarik belajar berpuasa. Narasi yang menakutkan justru dapat membuat anak enggan mencoba.
Ida menjelaskan tip pertama adalah mengenalkan puasa sebagai ibadah yang penuh pahala dan kebaikan. Orang tua dapat mengajak anak ikut sahur dan berbuka bersama sebagai bentuk pembiasaan. Dengan cara itu anak akan merasa dilibatkan dalam suasana Ramadan di rumah.
| Baca juga: Bubur Peca, Jejak Rasa dan Ibadah Ramadan |
Tip kedua, pembelajaran puasa perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Orang tua dapat memulai latihan berpuasa selama empat hingga lima jam setelah sahur, lalu ditambah secara bertahap. Cara bertahap dinilai lebih ramah bagi kondisi fisik anak.
Tip ketiga, menciptakan suasana Ramadan yang menyenangkan baik di rumah maupun di sekolah. Anak dapat dilibatkan menyiapkan menu berbuka atau kegiatan kreatif bertema Ramadan. Lingkungan yang positif akan menumbuhkan semangat anak untuk berpuasa.
Ida menambahkan orang tua juga dapat memberikan apresiasi ketika anak berhasil menjalankan puasa. Bentuknya bisa berupa pujian atau hadiah sederhana agar anak semakin termotivasi. Selain itu teladan dari orang tua dan guru menjadi faktor utama karena anak belajar dari apa yang mereka lihat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....