Disdag Samarinda Siapkan Operasi Pasar Ramadan
- 05 Feb 2026 14:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan menyiapkan langkah intervensi pasar guna mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan operasi pasar di tingkat kecamatan dan pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurahmani, mengatakan operasi pasar merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah. Kegiatan ini difokuskan pada wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi serta kawasan padat penduduk.
“Operasi pasar kita laksanakan di kecamatan-kecamatan dan juga di pasar tradisional. Biasanya di 10 kecamatan itu kita lakukan dua kali,” ujar Nurahmani, Rabu, 4 Februari 2026.
| Baca juga: Tradisi yang Tetap Lestari di Kota Kembang |
Ia menjelaskan, waktu pelaksanaan operasi pasar umumnya berada pada pertengahan Ramadan atau sekitar satu hingga dua minggu menjelang Lebaran. Penentuan jadwal tersebut disesuaikan dengan perkembangan harga dan ketersediaan barang di lapangan.
“Biasanya pertengahan Ramadan, atau sekitar satu sampai dua minggu sebelum Lebaran kita lakukan,” katanya. Menurutnya, langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Nurahmani menambahkan, frekuensi operasi pasar bersifat fleksibel dan dapat ditambah apabila terjadi lonjakan harga atau gangguan pasokan. Bahkan, pada tahun sebelumnya Disdag sempat merencanakan hingga tiga kali operasi pasar dengan komoditas yang berbeda-beda.
“Kalau kondisinya memungkinkan, bisa dua kali atau bahkan lebih. Tahun kemarin saja sempat direncanakan sampai tiga kali dengan komoditas yang berbeda-beda,” katanya. Ia menegaskan, kebijakan ini diambil sebagai respons cepat terhadap dinamika pasar menjelang hari besar keagamaan.
Selain operasi pasar, Disdag Samarinda juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan produsen guna memastikan pasokan bahan pokok tetap aman. Pihaknya turut meminta distributor membantu menekan margin keuntungan demi menjaga daya beli masyarakat.
“Artinya mereka bisa menjual tanpa mengambil keuntungan besar, yang penting stok aman dan masyarakat terbantu,” ujarnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Disdag Samarinda juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan peran petani lokal agar hasil produksi tidak seluruhnya dialihkan ke luar daerah. Upaya ini dilakukan agar ketersediaan pangan lokal tetap terjaga selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami terus berkomunikasi dengan petani di lapangan, termasuk melalui Dinas Pertanian, supaya produksi lokal tetap dijual di dalam daerah,” katanya, mengakhiri. Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektor ini dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....