Menyambut Ramadan dengan Iman dan Kegembiraan

  • 25 Feb 2025 07:55 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Ustadz Agus Suwarto Edi, M.Sos mengingatkan kepada umat Islam tentang panggilan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183, yang berbunyi:

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."

Ayat ini merupakan seruan Allah SWT dengan penuh kasih sayang kepada umat-Nya untuk menjalankan ibadah puasa. Menurut Ustadz Agus yang merupakan WK Majelis Tabligh Muhammadiyah Kaltim mengatakan, perintah puasa adalah barometer atau ukuran keimanan seseorang. Bagi umat Islam, puasa bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga sarana untuk membuktikan komitmen terhadap ajaran Islam. "Orang yang beriman pastinya akan memenuhi panggilan Allah SWT untuk berpuasa. Namun, jika seseorang mengabaikan perintah Allah ini, maka keimanannya patut dipertanyakan," jelasnya saat mengisi Acara Hikmah Pagi Pro 4 Samarinda, Jum’at (21/2/2025).

Ia juga menekankan bahwa puasa adalah bagian dari rukun Islam yang menjadi tiang pokok dalam kehidupan seorang Muslim. "Rukun Islam dibangun di atas lima pilar, salah satunya adalah puasa. Kita harus menyambut bulan Ramadan dengan kegembiraan dan semangat, karena melalui puasa kita diharapkan bisa menjadi orang yang lebih bertakwa," tambahnya.

Ustadz Agus melanjutkan, dalam Surah Al-Baqarah Ayat 185, disebutkan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Oleh karena itu, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk memperdalam pemahaman tentang Al-Qur'an. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan tadarus Al-Qur'an untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

"Selain itu, lakukan juga iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Pada waktu itu, terdapat satu malam yang disebut dengan Lailatul Qadar, di mana doa-doa kita bisa dikabulkan dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT," ujar Ustadz Agus.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa Ramadan juga merupakan sarana pendidikan untuk menanamkan akhlak mulia. Selama bulan Ramadan, ada beberapa larangan yang harus dijaga, seperti menghindari perkataan dusta, caci maki, ghibah, dan menjaga lisan serta sikap kita agar puasa kita tidak sia-sia. "Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang bisa merusak pahala puasa," katanya.

Ustadz Agus juga mengingatkan kewajiban membayar zakat fitrah di bulan Ramadan, yang berfungsi untuk menyucikan orang yang berpuasa dan juga sebagai makanan bagi orang miskin. "Selain itu, kita juga dianjurkan untuk melakukan sedekah agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya.

Ustadz Agus mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan semangat. "Semoga kita diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, ampunan, serta kekuatan kepada kita semua," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....