FIFA Selidiki Kericuhan Argentina Usai Final Piala Dunia 2026

  • 21 Jul 2026 18:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dunia – FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap kericuhan yang melibatkan sejumlah pemain Argentina seusai kekalahan 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin, 20 Juli 2026. Investigasi dilakukan setelah terjadi bentrokan antarpemain sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Laga yang dimenangkan Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu semula berakhir dengan selebrasi para pemain La Roja. Namun suasana berubah tegang ketika pemain kedua tim terlibat adu dorong hingga nyaris berujung perkelahian di tengah lapangan.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut kasus tersebut telah diserahkan kepada Jaksa Disiplin dan Etik FIFA untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Badan tersebut memiliki kewenangan memeriksa seluruh bentuk pelanggaran disiplin, termasuk tindakan kekerasan maupun perilaku yang dianggap mencederai nilai fair play.

Rekaman pertandingan memperlihatkan bek kanan Argentina Nahuel Molina diduga lebih dulu melakukan kontak fisik terhadap gelandang Spanyol Rodri. Situasi kemudian memanas ketika Leandro Paredes ikut terlibat dalam konfrontasi bersama Eric Garcia, Dani Olmo, Gavi hingga Thiago Almada.

Meski sempat muncul laporan bahwa Paredes menerima kartu merah setelah pertandingan berakhir, FIFA memastikan informasi tersebut tidak benar. Namun, pemain-pemain yang terlibat tetap berpotensi menerima sanksi setelah proses investigasi rampung.

Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, tindakan kekerasan dapat berujung hukuman minimal larangan bermain tiga pertandingan atau sanksi lain yang dianggap setimpal. FIFA juga memiliki kewenangan memperluas hukuman tersebut ke seluruh kompetisi internasional apabila dinilai sebagai pelanggaran berat.

Selain sanksi kepada individu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berpotensi dikenai denda apabila terbukti bertanggung jawab atas perilaku tim. Sebelumnya, AFA pernah dijatuhi sanksi finansial setelah Piala Dunia 2022 karena dinilai melanggar prinsip fair play dalam perayaan gelar juara.

Hingga kini FIFA belum menetapkan batas waktu penyelesaian investigasi. Argentina juga belum memiliki agenda pertandingan resmi dalam waktu dekat sehingga keputusan disiplin diperkirakan akan diumumkan sebelum kalender internasional FIFA berikutnya.

Kekalahan dari Spanyol bukan hanya mengakhiri ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga meninggalkan catatan buruk dari sisi sportivitas. Alih-alih menjadi penutup perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia yang dikenang karena kualitas permainan, sorotan justru bergeser kepada kericuhan setelah pertandingan.

Apabila terbukti melakukan tindakan kekerasan, beberapa pemain Argentina berpotensi menjalani hukuman pada agenda internasional berikutnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat memengaruhi persiapan Albiceleste menghadapi rangkaian laga persahabatan maupun turnamen internasional selanjutnya.

Bagi FIFA, investigasi ini menjadi ujian dalam menjaga integritas kompetisi. Ketegasan menjatuhkan sanksi akan menjadi pesan bahwa rivalitas di lapangan tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang melanggar prinsip fair play, terlebih dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....