Final Piala Dunia 2026: Mental Juara atau Tiki-Taka yang Menang?
- 19 Jul 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Duel final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol diprediksi berlangsung seimbang. Mental juara yang dimiliki Argentina akan berhadapan dengan permainan kolektif dan dominasi lini tengah khas Spanyol.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Khusus Road to Glory yang disiarkan Pro 1 RRI Samarinda menghadirkan Pelatih Borneo Soccer School U-13, Suprianto, dan Pelatih Kiper Youth Borneo FC, Ferdi Ferdiansyah.
Pelatih Kiper Youth Borneo FC, Ferdi Ferdiansyah, menilai Spanyol layak mencapai final berkat konsistensi permainan sepanjang turnamen.
"Perjalanan Spanyol sangat luar biasa. Mereka hanya kebobolan satu gol hingga final. Itu menunjukkan pertahanan yang sangat solid, ditunjang lini depan yang juga produktif dengan 13 gol," ujarnya.
Menurut Ferdi, kekuatan utama La Roja berada pada kolektivitas permainan. Dominasi penguasaan bola melalui filosofi tiki-taka, organisasi lini tengah yang dihuni Rodri, Pedri, dan Dani Olmo, serta pressing ketat menjadi modal penting menghadapi Argentina.
Ia bahkan menyebut Rodri sebagai pemain yang berpotensi menjadi pembeda pada partai final.
"Rodri akan menjadi pemain yang sangat menentukan. Performa dia sepanjang turnamen sangat konsisten dan menjadi pengatur ritme permainan Spanyol," katanya.
Sementara itu, Pelatih Borneo Soccer School U-13, Suprianto, melihat kekuatan terbesar Argentina justru terletak pada pengalaman dan mental juara.
Menurutnya, sebagian besar skuad Albiceleste masih dihuni pemain yang merasakan gelar juara dunia sebelumnya sehingga memiliki kekompakan dan ketenangan menghadapi pertandingan besar.
"Kalau menurut saya, kuncinya ada pada mentality dan kekompakan. Hampir 90 persen pemain Argentina pernah menjadi juara dunia sehingga mereka sudah tahu bagaimana menghadapi tekanan di pertandingan besar," ujar Suprianto.
Ia juga menepis anggapan bahwa perjalanan Argentina menuju final mendapat keuntungan dari faktor nonteknis.
Menurutnya, jika memang mendapat perlakuan istimewa, Argentina seharusnya tidak harus bekerja keras hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan pada beberapa pertandingan.
Suprianto juga menilai peran Lionel Messi tetap menjadi faktor paling menentukan bagi Albiceleste.
Selain telah mencetak delapan gol dan empat assist sebelum final, Messi dinilai menjadi pemimpin yang mampu membangun kepercayaan diri seluruh pemain Argentina, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Di sisi lain, Ferdi menilai Spanyol tetap memiliki cara untuk meredam pengaruh Messi melalui penjagaan khusus.
Ia memperkirakan Luis de la Fuente akan menerapkan pengawalan ketat terhadap kapten Argentina tersebut agar ruang geraknya lebih terbatas.
Selain itu, Pandangan kedua pelatih muda Samarinda menunjukkan bahwa final Piala Dunia 2026 bukan sekadar duel Lionel Messi melawan Lamine Yamal. Pertandingan ini merupakan benturan dua filosofi sepak bola yang berbeda.
Argentina mengandalkan pengalaman, efektivitas, dan mental juara yang telah teruji sejak menjuarai Piala Dunia sebelumnya. Sebaliknya, Spanyol tampil dengan generasi baru yang mengedepankan penguasaan bola, pressing tinggi, dan kolektivitas antarlini.
Perdebatan menarik juga muncul mengenai faktor penentu kemenangan. Suprianto percaya pengalaman dan mental akan menjadi pembeda bagi Argentina, sedangkan Ferdi meyakini organisasi permainan serta dominasi lini tengah Spanyol mampu mengimbangi bahkan meredam pengaruh Lionel Messi.
Dengan karakter kedua tim tersebut, laga final diperkirakan berlangsung ketat dan kemungkinan baru ditentukan oleh detail kecil, baik melalui pergantian pemain, duel lini tengah, maupun momen individu dari para bintang di lapangan..
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....