FIFA Selidiki Aksi Politik Pemain Argentina usai Kalahkan Inggris
- 17 Jul 2026 07:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Dunia – FIFA mulai menyelidiki selebrasi sejumlah pemain Argentina usai mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Penyelidikan dilakukan setelah beberapa pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" di lapangan.
Spanduk tersebut diangkat oleh Giovani Lo Celso bersama beberapa pemain lain, seperti Leandro Paredes, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Otamendi setelah pertandingan berakhir. Aksi itu langsung menjadi sorotan karena membawa isu politik ke dalam ajang olahraga terbesar dunia.
Malvinas, atau Falkland menurut Inggris, merupakan gugusan pulau di Samudra Atlantik Selatan yang hingga kini masih menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris. Kedua negara pernah berperang pada 1982 untuk memperebutkan wilayah tersebut. Meski kini dikelola Inggris, Argentina tetap mengklaim kepulauan itu sebagai bagian dari wilayahnya.
Pemerintah Inggris mengecam aksi para pemain Argentina. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menegaskan status Kepulauan Falkland tidak berubah dan menilai urusan politik seharusnya tidak dibawa ke dalam sepak bola.
Sementara itu, gelandang Argentina Leandro Paredes membela tindakan timnya. Menurutnya, spanduk tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan rakyat Argentina.
"Itu bagian menyedihkan dari sejarah kami dan masih menyakitkan. Kami ingin menunjukkan bahwa pertandingan ini memiliki arti besar bagi seluruh rakyat Argentina," kata Paredes.
Sementara itu, Aturan Disiplin FIFA melarang pemain, suporter, maupun federasi menggunakan pertandingan untuk menyampaikan pesan politik, ideologi, agama, atau pesan lain yang tidak berkaitan dengan olahraga.
Karena spanduk tersebut dianggap memuat pesan politik, FIFA membuka penyelidikan untuk menentukan apakah Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) maupun para pemain melanggar regulasi turnamen.
Sanksi Apa yang Mungkin Dijatuhkan?
Berdasarkan sejumlah kasus sebelumnya, sanksi yang paling mungkin diberikan adalah denda kepada Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Pada 2014, AFA juga pernah didenda karena membentangkan spanduk dengan pesan serupa dalam laga persahabatan.
Selain denda, FIFA sebenarnya memiliki kewenangan menjatuhkan hukuman kepada pemain yang terlibat. Namun, proses investigasi biasanya membutuhkan waktu cukup lama sehingga keputusan tidak akan diambil dalam hitungan hari.
Artinya, para pemain Argentina yang terlibat hampir dipastikan tetap dapat tampil pada laga final Piala Dunia FIFA 2026 menghadapi Spanyol.
Kasus ini menunjukkan bahwa sepak bola dan politik masih sulit dipisahkan, terutama ketika menyangkut isu yang memiliki nilai sejarah dan nasionalisme kuat seperti sengketa Kepulauan Malvinas.
Bagi rakyat Argentina, Malvinas bukan sekadar wilayah, melainkan simbol harga diri bangsa setelah perang tahun 1982. Karena itu, banyak warga menganggap pesan tersebut sebagai bentuk patriotisme.
Namun, dari sudut pandang FIFA, persoalannya berbeda. Organisasi sepak bola dunia itu berupaya menjaga agar Piala Dunia tetap menjadi ajang olahraga yang bebas dari pesan politik. Jika FIFA membiarkan aksi seperti ini tanpa sanksi, dikhawatirkan akan muncul tindakan serupa dari negara lain yang membawa konflik politik ke lapangan.
Kemungkinan besar FIFA akan memilih langkah yang lebih moderat, yakni memberikan sanksi administratif atau denda kepada AFA tanpa mengganggu jalannya final. Langkah tersebut dinilai dapat menegakkan aturan sekaligus menghindari kontroversi yang lebih besar menjelang pertandingan puncak Piala Dunia 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....