Oyarzabal Bungkam Prancis, Spanyol Kembali ke Final Piala Dunia

  • 15 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penantian 16 tahun akhirnya berakhir. Timnas Spanyol kembali memastikan tempat di final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium, Rabu 15 Juli 2026. Mikel Oyarzabal kembali tampil sebagai pembeda, sementara Kylian Mbappe gagal membawa Les Bleus mengulang kejayaan mereka.

Kemenangan ini mengantar La Roja tampil di final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah terakhir mengangkat trofi pada 2010. Di partai puncak, Spanyol akan menghadapi pemenang laga Inggris kontra Argentina.

Laga semifinal berlangsung hati-hati pada 20 menit pertama. Kedua tim sama-sama memilih menjaga keseimbangan permainan sehingga peluang bersih nyaris tidak tercipta.

Momentum berubah pada menit ke-22 ketika bek kiri Prancis Lucas Digne terlambat menyapu bola dan justru mengenai kaki Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih.

Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya ke sisi kanan gawang tak mampu dibendung Mike Maignan sehingga membawa Spanyol unggul 1-0.

Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri pasukan Luis de la Fuente.

Prancis yang selama turnamen dikenal tajam justru kesulitan mengembangkan permainan. Bradley Barcola memperoleh peluang terbaik sebelum turun minum, tetapi tembakannya melambung di atas mistar.

Memasuki babak kedua, Spanyol semakin mendominasi. Pada menit ke-58, kombinasi cepat Dani Olmo dan Pedro Porro membelah pertahanan Prancis. Porro yang lolos dari jebakan offside dengan tenang menaklukkan Maignan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Spanyol bahkan nyaris menambah gol tiga menit kemudian. Lamine Yamal memperlihatkan kualitas individunya dengan melewati Lucas Digne sebelum mencungkil bola ke gawang Prancis. Namun gol dianulir karena pemain muda Barcelona itu lebih dulu berada dalam posisi offside.

Didier Deschamps mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain bertipe menyerang, tetapi Les Bleus tetap gagal menemukan ritme permainan terbaik.

Kylian Mbappe yang sepanjang turnamen menjadi mesin gol Prancis baru benar-benar mengancam pada pertengahan babak kedua. Tendangan kerasnya masih mampu dibelokkan Marc Cucurella sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Kesempatan emas terakhir Prancis hadir setelah kiper Unai Simon melakukan kesalahan saat keluar dari sarangnya. Namun Simon segera menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Desire Doue dari jarak dekat.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Spanyol.

Sementara itu, Pertandingan ini memperlihatkan mengapa Spanyol layak disebut sebagai tim paling komplet di Piala Dunia 2026.

Mereka tidak sekadar menguasai bola seperti identitas klasik La Roja, tetapi juga tampil efektif saat mendapatkan peluang. Organisasi permainan yang dibangun Luis de la Fuente membuat Prancis kesulitan memanfaatkan kecepatan Mbappe maupun kreativitas lini depan mereka.

Kunci kemenangan Spanyol terletak pada keberhasilan mematikan ruang gerak Mbappe.

Sepanjang babak pertama, kapten Prancis itu lebih banyak terjebak offside dibanding menyentuh bola di area berbahaya. Situasi tersebut menunjukkan disiplin lini belakang Spanyol dalam menjaga garis pertahanan dan memutus suplai bola sejak dari lini tengah.

Sebaliknya, Oyarzabal kembali membuktikan dirinya sebagai pemain besar untuk pertandingan besar.

Penalti yang dieksekusinya menjadi gol kelima di Piala Dunia 2026 sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling produktif Spanyol. Sejak awal 2025, ia telah berkontribusi dalam 24 gol untuk La Roja dengan rincian 17 gol dan tujuh assist, angka yang jauh meninggalkan pemain Spanyol lainnya.

Peran Dani Olmo juga tak kalah penting. Assist untuk gol Pedro Porro membuatnya menyamai rekor Cesc Fabregas sebagai pemberi assist terbanyak Spanyol di turnamen besar sejak 1980 dengan delapan assist.

Sebaliknya, Prancis tampil jauh di bawah standar.

Les Bleus hanya menghasilkan 10 tembakan dengan total expected goals (xG) sebesar 0,3. Angka tersebut menjadi bukti bahwa pertahanan Spanyol hampir tidak memberi ruang bagi lawannya untuk menciptakan peluang berkualitas.

Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Prancis. Sepanjang sejarah Piala Dunia, mereka belum pernah mampu membalikkan keadaan ketika tertinggal pada babak pertama.

Kini, Spanyol tinggal selangkah lagi untuk mengulang sejarah manis 2010. Dengan performa yang semakin matang, kedalaman skuad yang merata, dan kemampuan mengontrol pertandingan, La Roja memiliki peluang besar kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....