Belgia Bangkit, Saatnya Menguji Status Favorit Spanyol
- 09 Jul 2026 20:27 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Los Angeles – Perempat final Piala Dunia FIFA 2026 mempertemukan dua tim Eropa dengan karakter permainan yang sangat berbeda. Spanyol akan menghadapi Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles, Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 03:00 WITA. dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu duel taktik paling menarik menuju semifinal.
Di atas kertas, Spanyol masih lebih diunggulkan. Namun jika melihat performa kedua tim menuju delapan besar, justru Belgia datang dengan momentum yang lebih meyakinkan.
La Roja memang belum terkalahkan sepanjang turnamen. Mereka juga menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan dalam enam pertandingan. Akan tetapi, produktivitas gol Spanyol mulai melambat ketika memasuki fase gugur.
Setelah menang telak 4-0 atas Arab Saudi dan 3-0 atas Austria, pasukan Luis de la Fuente hanya mampu mencetak dua gol dalam tiga pertandingan berikutnya. Bahkan kemenangan atas Portugal pada babak 16 besar baru dipastikan lewat gol Mikel Merino pada menit ke-91.
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Spanyol.
Jika pada awal turnamen mereka tampil agresif dengan tekanan tinggi dan aliran bola cepat, kini La Roja lebih mengutamakan kontrol permainan. Mereka tidak lagi mengejar kemenangan besar, tetapi memastikan lawan kehilangan kesempatan berkembang.
Strategi itu terbukti efektif.
Sejak fase grup hingga babak 16 besar, Spanyol belum pernah kebobolan. Disiplin organisasi pertahanan, dipimpin Rodri dan lini belakang yang solid, membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Namun pertanyaan besarnya adalah, apakah pendekatan tersebut cukup untuk menghadapi Belgia?
Berbeda dengan Spanyol yang menang secara efisien, Belgia justru sedang menikmati kebangkitan luar biasa.
Setelah tampil kurang meyakinkan di fase grup, tim asuhan Rudi Garcia berubah drastis pada fase gugur. Mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu, sebelum menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.
Tujuh gol dalam dua pertandingan memperlihatkan bahwa lini serang Belgia akhirnya menemukan ritme terbaiknya.
Romelu Lukaku kembali tajam sebagai ujung tombak. Kevin De Bruyne tetap menjadi pusat kreativitas, sementara Youri Tielemans tampil menentukan melalui visi bermain dan ketenangan mengatur tempo.
Perubahan terbesar Belgia justru terjadi pada aspek mental.
Jika pada fase grup mereka sering kehilangan fokus ketika tertinggal, kini Belgia menunjukkan karakter pantang menyerah. Comeback dramatis atas Senegal menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri seluruh skuad.
Namun Belgia juga menghadapi persoalan serius.
Gelandang bertahan Amadou Onana dipastikan absen setelah mengalami cedera ligamen lutut saat menghadapi Amerika Serikat. Kehilangan pemain yang selama ini menjadi pelindung lini belakang jelas mengurangi keseimbangan permainan Belgia.
Rudi Garcia kemungkinan akan memasukkan Hans Vanaken sebagai pengganti. Meski memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, Vanaken tidak menawarkan agresivitas bertahan seperti Onana.
Situasi tersebut bisa dimanfaatkan Spanyol.
Rodri, Pedri, Dani Olmo, hingga Fabián Ruiz memiliki kemampuan menguasai bola yang sangat baik di ruang sempit. Kehilangan Onana berpotensi membuka celah di lini tengah Belgia, sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama La Roja.
Di sisi lain, Belgia memiliki senjata yang belum dimiliki lawan-lawan Spanyol sebelumnya.
Kecepatan transisi.
Ketika mendapatkan bola, Belgia mampu mengubah situasi bertahan menjadi serangan hanya dalam beberapa detik. De Bruyne dikenal sebagai salah satu pengumpan vertikal terbaik dunia, sementara Lukaku mampu menjadi target man sekaligus pembuka ruang bagi pemain lain.
Inilah yang membuat pertandingan nanti diperkirakan berlangsung sangat berbeda dibanding laga Spanyol melawan Portugal.
Portugal lebih memilih menunggu dan menjaga organisasi permainan. Belgia justru berani menyerang balik dengan intensitas tinggi begitu berhasil merebut bola.
Faktor lain yang menarik adalah duel di sektor sayap.
Lamine Yamal diperkirakan kembali menjadi tumpuan Spanyol dalam membongkar pertahanan lawan. Pemain muda Barcelona itu memang belum banyak mencetak gol, tetapi kemampuannya menarik perhatian dua hingga tiga pemain bertahan lawan sering membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Sebaliknya, Belgia mengandalkan kombinasi kecepatan dan pengalaman. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol, sesuatu yang telah dibuktikan saat membantai Amerika Serikat.
Meski demikian, catatan pertemuan masih berpihak kepada Spanyol.
La Roja memenangi enam laga terakhir melawan Belgia di semua ajang. Statistik tersebut memberi keuntungan psikologis bagi skuad Luis de la Fuente, meski sebagian besar pertandingan terjadi dengan komposisi pemain yang berbeda.
Dari sisi pengalaman turnamen, Spanyol juga lebih matang.
Tim ini perlahan menunjukkan pola yang pernah mereka lakukan saat menjadi juara dunia 2010. Tidak selalu tampil spektakuler pada awal turnamen, tetapi semakin solid ketika memasuki fase gugur.
Itulah yang membuat banyak pengamat mulai kembali memasukkan Spanyol ke dalam daftar kandidat terkuat juara dunia.
Namun Belgia bukan lagi tim yang tampil inkonsisten seperti pada fase grup.
Jika mampu mempertahankan efektivitas serangan dan mengimbangi dominasi lini tengah Spanyol, Setan Merah memiliki peluang menghentikan laju La Roja sekaligus mengakhiri rekor nirbobol mereka.
Laga di Los Angeles diprediksi menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola modern.
Spanyol akan mengendalikan permainan melalui penguasaan bola dan kesabaran membangun serangan. Belgia memilih bermain lebih langsung dengan memanfaatkan kecepatan transisi dan efektivitas penyelesaian akhir.
Siapa pun yang mampu memaksakan identitas permainannya, berpeluang besar melangkah ke semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Bagi Spanyol, kemenangan akan semakin mendekatkan mereka pada impian mengulang kejayaan 2010. Sementara bagi Belgia, laga ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa generasi emas mereka belum habis dan masih layak bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....