Prancis Waspadai Kejutan Maroko Demi Tiket Semifinal

  • 09 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Boston – Perempat final Piala Dunia FIFA 2026 langsung menghadirkan laga sarat gengsi. Prancis akan menghadapi Maroko di Boston, Jumat, 10 Juli 2026, dalam ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Les Bleus. Namun kali ini, situasinya jauh berbeda. Maroko datang bukan lagi sebagai tim kejutan, melainkan kekuatan yang telah membuktikan konsistensinya di panggung dunia.

Empat tahun lalu di Qatar, Prancis mengakhiri mimpi Atlas Lions dengan kemenangan 2-0. Kini, Maroko datang membawa ambisi membalas kekalahan sekaligus mengulang sejarah sebagai wakil Afrika pertama yang mampu menembus semifinal Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut.

Di atas kertas, Prancis tetap menjadi favorit. Namun perjalanan menuju delapan besar memperlihatkan bahwa tim asuhan Didier Deschamps tidak lagi selalu menang dengan cara mudah.

Pada babak 16 besar, Les Bleus dipaksa bekerja keras sebelum mengalahkan Paraguay 1-0 melalui penalti Kylian Mbappe. Paraguay bahkan hanya menguasai bola 24 persen, tetapi mampu membuat Prancis frustrasi dengan permainan disiplin dan 13 pelanggaran yang memutus ritme serangan.

Pertandingan itu memberi pelajaran penting bagi Prancis. Ketika ruang gerak Mbappe dipersempit, variasi serangan Les Bleus ikut menurun. Mereka memang tetap menciptakan peluang, tetapi tidak seefektif ketika menghadapi Norwegia atau Swedia.

Meski demikian, Prancis tetap memiliki pembeda.

Mbappe kembali menjadi penyelamat lewat gol ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Penyerang Real Madrid itu kini memimpin persaingan Sepatu Emas bersama Lionel Messi dan berpeluang menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mempertahankan gelar pencetak gol terbanyak di dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Ancaman Prancis tidak hanya datang dari Mbappe. Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola, hingga Désiré Doué membuat lini depan Les Bleus memiliki banyak alternatif. Kecepatan transisi dan kemampuan menyerang dari berbagai sisi menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai Maroko.

Namun Atlas Lions datang dengan modal yang tidak kalah meyakinkan.

Kemenangan 3-0 atas tuan rumah Kanada memperlihatkan kematangan permainan tim asuhan Mohamed Ouahbi. Setelah kesulitan membongkar pertahanan Kanada pada babak pertama, Maroko bangkit lewat penyesuaian taktik saat jeda.

Azzedine Ounahi menjadi aktor utama dengan dua gol yang mengubah jalannya pertandingan, sebelum Soufiane Rahimi memastikan kemenangan pada masa injury time.

Kemenangan tersebut memperlihatkan bahwa Maroko bukan hanya mengandalkan pertahanan disiplin seperti pada Piala Dunia 2022. Kini mereka juga memiliki efektivitas serangan yang lebih baik, terutama melalui transisi cepat dan eksploitasi ruang di belakang garis pertahanan lawan.

Meski demikian, Maroko menghadapi persoalan yang tidak ringan.

Ismael Saibari, salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen, mengalami cedera hamstring saat melawan Kanada. Kehilangannya akan mengurangi kreativitas lini tengah sekaligus daya ledak serangan Atlas Lions.

Sebagai gantinya, Rahimi diperkirakan kembali dipercaya sejak menit pertama setelah tampil impresif sebagai pemain pengganti.

Di sektor pertahanan, kondisi Chadi Riad juga masih diragukan sehingga Mohamed Ouahbi kemungkinan kembali mengandalkan Redouane Halhal di jantung pertahanan.

Sementara itu, Prancis justru berada dalam situasi yang lebih stabil. Didier Deschamps diperkirakan mempertahankan kerangka tim yang sama. Jika Aurélien Tchouaméni belum pulih sepenuhnya, Manu Koné kembali menjadi tandem Adrien Rabiot di lini tengah.

Pertarungan paling menarik diperkirakan terjadi di sisi sayap.

Mbappe akan berhadapan dengan Achraf Hakimi, dua rekan setim di level klub yang sangat memahami karakter masing-masing. Duel keduanya diyakini menjadi salah satu penentu arah pertandingan. Jika Hakimi mampu membatasi ruang gerak Mbappe, peluang Maroko untuk menciptakan kejutan akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika Mbappe memperoleh ruang sekecil apa pun, ia memiliki kemampuan mengubah jalannya laga dalam hitungan detik.

Secara taktik, pertandingan diprediksi berlangsung berbeda dibanding pertemuan mereka di Qatar.

Prancis kemungkinan tetap mengambil inisiatif serangan melalui penguasaan bola dan pergerakan dinamis para penyerangnya. Sebaliknya, Maroko diperkirakan memilih menunggu, memperkuat blok pertahanan, lalu mengandalkan serangan balik cepat yang selama ini menjadi ciri khas mereka.

Namun yang membuat laga ini menarik adalah faktor psikologis.

Prancis membawa status unggulan sekaligus beban mempertahankan reputasi sebagai kandidat juara. Di sisi lain, Maroko bermain tanpa tekanan besar. Posisi sebagai underdog justru menjadi keuntungan karena mereka kembali memiliki kesempatan mengejutkan dunia, seperti yang dilakukan pada edisi 2022.

Dalam turnamen yang telah dipenuhi hasil-hasil mengejutkan, tidak ada lagi jaminan bahwa favorit akan selalu menang.

Meski demikian, jika melihat kedalaman skuad, kualitas individu, serta konsistensi permainan sepanjang turnamen, Prancis masih memiliki sedikit keunggulan. Ketajaman Mbappe dan pengalaman Deschamps mengelola laga-laga besar bisa menjadi pembeda dalam duel yang diperkirakan berlangsung ketat.

Bagi Maroko, laga ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Ini adalah kesempatan membuktikan bahwa keberhasilan mereka empat tahun lalu bukan kebetulan. Sementara bagi Prancis, kemenangan akan membawa Les Bleus selangkah lebih dekat menuju ambisi mempertahankan supremasi mereka di panggung sepak bola dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....