Haaland Hancurkan Brasil, Norwegia Ukir Sejarah ke Perempat Final

  • 06 Jul 2026 06:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Selama puluhan tahun, Brasil menjadi simbol kekuatan sepak bola dunia. Namun di Piala Dunia FIFA 2026, sejarah kembali bergeser. Bukan samba yang menari di Dallas Stadium, melainkan seorang Viking bernama Erling Haaland yang menghentikan langkah lima kali juara dunia itu.

Dua gol Haaland membawa Norwegia menumbangkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar, Senin, 6 Juli 2026. Kemenangan tersebut mengantarkan Norwegia mencetak sejarah dengan melaju ke perempat final Piala Dunia, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Inggris kontra Meksiko.

Di atas kertas, Brasil lebih diunggulkan. Carlo Ancelotti masih memiliki Vinicius Junior, Neymar, Bruno Guimaraes hingga Casemiro. Namun pertandingan ini kembali menegaskan bahwa sepak bola modern tak lagi dimenangkan hanya oleh nama besar, melainkan efisiensi, organisasi permainan, dan seorang penyerang yang sedang berada di puncak performa.

Ironisnya, Brasil sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk mengubah arah pertandingan sejak babak pertama.

Wasit menunjuk titik putih setelah Matheus Cunha dijatuhkan Kristoffer Ajer di kotak penalti melalui bantuan VAR. Momentum sempurna untuk menguasai pertandingan.

Namun Bruno Guimaraes justru gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya mampu ditepis Orjan Nyland, yang sejak awal tampil sebagai tembok kokoh pertahanan Norwegia.

Penyelamatan itu menjadi titik balik pertandingan.

Nyland tidak hanya menggagalkan penalti. Ia juga menghentikan peluang Gabriel Martinelli dari sudut sempit serta menepis tembakan Vinicius Junior setelah memanfaatkan kesalahan Martin Odegaard. Penampilan penjaga gawang Sevilla tersebut membuat Brasil mulai frustrasi.

Ancelotti kemudian memasukkan Endrick demi menambah daya dobrak. Penyerang muda itu bahkan sempat berhadapan langsung dengan Nyland, tetapi penyelesaiannya melebar tipis dari gawang.

Ketika Brasil terus membuang peluang, Norwegia menunggu dengan sabar.

Momen yang mereka nantikan akhirnya datang pada menit ke-79.

Andreas Schjelderup mengirim umpan lambung yang sempurna. Haaland melompat lebih tinggi daripada Gabriel Magalhaes sebelum menyundul bola ke pojok bawah gawang Alisson.

Gol tersebut seolah memukul mental Brasil.

Selecao sebenarnya kembali memperoleh peluang emas. Bola hasil sapuan Kristoffer Ajer bahkan nyaris menjadi gol bunuh diri sebelum Nyland melakukan penyelamatan luar biasa dengan ujung jarinya hingga bola membentur tiang.

Saat Brasil mati-matian mencari gol penyama kedudukan, Haaland kembali menunjukkan naluri pembunuhnya.

Menit ke-90 menjadi klimaks pertandingan.

Schjelderup kembali menjadi kreator. Kali ini ia mengirim umpan mendatar kepada Haaland di luar kotak penalti. Sang striker Manchester City hanya membutuhkan satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri keras yang meluncur tanpa mampu dihentikan Alisson.

Gol kedua tersebut praktis mengakhiri perlawanan Brasil.

Neymar memang sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti pada menit ke-100 setelah Leo Ostigard dianggap menyikut Casemiro. Namun gol itu hanya menjadi penghibur dalam laga yang sudah menjadi milik Norwegia.

Lebih dari sekadar kemenangan, pertandingan ini memperlihatkan perubahan wajah sepak bola dunia.

Brasil mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun Norwegia tampil jauh lebih efisien. Mereka bertahan dengan disiplin, memanfaatkan setiap transisi cepat, dan memiliki penyelesai akhir paling mematikan di dunia saat ini.

Semua itu berpusat pada satu nama: Erling Haaland.

Dua golnya membuat penyerang berusia 25 tahun tersebut mencetak gol dalam 14 pertandingan internasional kompetitif secara beruntun dengan total 27 gol. Sebuah konsistensi yang nyaris mustahil dicapai pada level tertinggi sepak bola internasional.

Ia juga menjadi pemain Eropa kedelapan yang selalu mencetak gol dalam empat penampilan pertamanya di Piala Dunia, sekaligus pemain pertama sejak Christian Vieri pada 1998 yang mampu melakukannya.

Tak hanya itu, Haaland menjadi pemain pertama yang mencetak dua gol ke gawang Brasil dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak Toni Kroos dan Andre Schurrle melakukannya pada semifinal 2014 yang berakhir dengan kekalahan memalukan Selecao 1-7 dari Jerman.

Sebaliknya, Brasil kembali dipaksa menghadapi kenyataan pahit.

Kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti menjadi awal dari keruntuhan mereka. Gelandang Newcastle United itu menjadi pemain Brasil pertama yang gagal mencetak gol dari titik putih di waktu normal Piala Dunia sejak Zico gagal melawan Prancis pada 1986.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kekalahan ini memperpanjang kutukan Brasil saat menghadapi wakil Eropa di fase gugur. Sejak mengalahkan Jerman pada final 2002, Selecao kini selalu gagal melewati tujuh pertandingan knockout Piala Dunia melawan negara-negara Eropa.

Bagi Norwegia, kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru.

Selama bertahun-tahun mereka dikenal sebagai tim yang memiliki satu bintang besar tanpa dukungan yang memadai. Kini anggapan tersebut mulai runtuh. Martin Odegaard mengatur ritme permainan, Schjelderup menyumbang dua assist, Nyland tampil heroik di bawah mistar, sementara Haaland melakukan apa yang selalu ia lakukan: mencetak gol ketika negaranya paling membutuhkan.

Piala Dunia 2026 perlahan melahirkan cerita baru. Jika sebelumnya dunia hanya berbicara tentang Brasil, Argentina, Prancis, atau Jerman, kini Norwegia mulai menulis kisahnya sendiri.

Dan selama Erling Haaland masih terus mencetak gol, tidak ada lawan yang bisa merasa aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....