Mbappe Antar Prancis Lewati Paraguay, Tantang Maroko di Perempat Final

  • 05 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Tim besar selalu diuji bukan ketika mereka menang telak, melainkan saat dipaksa keluar dari zona nyaman. Itulah yang dialami Prancis saat menghadapi Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. Bermain di Philadelphia Stadium, Minggu, 5 Juli 2026, Les Bleus dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya menang tipis 1-0 melalui penalti Kylian Mbappe.

Kemenangan tersebut mengantar Prancis melaju ke perempat final untuk menghadapi Maroko, lawan yang pernah mereka singkirkan pada semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Pertemuan ulang itu dipastikan menjadi salah satu duel paling dinantikan di babak delapan besar.

Berbeda dengan penampilan eksplosif saat menghancurkan Swedia dan Norwegia, Prancis kali ini dipaksa bermain dalam tempo yang jauh lebih lambat. Paraguay datang dengan misi jelas, merusak ritme permainan lawan, mempersempit ruang Mbappe, dan membuat pertandingan berlangsung keras.

Strategi tersebut hampir berhasil.

Selama 20 menit pertama, Prancis bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan. Itu baru keempat kalinya sejak 1966 Les Bleus mengalami situasi seperti itu di ajang Piala Dunia.

Paraguay tampil disiplin dengan blok pertahanan rendah. Setiap kali Mbappe menerima bola, dua hingga tiga pemain langsung mengurungnya. Ousmane Dembele dan Michael Olise pun kesulitan menemukan ruang di kedua sisi lapangan.

Peluang terbaik Prancis pada babak pertama justru datang dari Manu Koné melalui tembakan yang sempat berubah arah sebelum melintas tipis di sisi gawang Orlando Gill. Mbappe sendiri nyaris menyambar umpan silang Dembele, tetapi terlambat sepersekian detik.

Babak pertama berakhir tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dari kedua tim. Sebuah statistik langka di fase gugur Piala Dunia modern yang menggambarkan betapa rapatnya duel tersebut.

Didier Deschamps memahami timnya membutuhkan perubahan. Memasuki babak kedua ia memasukkan Désiré Doué, keputusan yang kemudian menjadi titik balik pertandingan.

Belum lama berada di lapangan, pemain muda Paris Saint-Germain itu langsung membuat perbedaan. Akselerasinya ke dalam kotak penalti memaksa Diego Gómez melakukan pelanggaran. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit Ilgiz Tantashev menunjuk titik putih.

Di tengah sorakan suporter Paraguay yang berusaha mengganggu konsentrasinya, Mbappe tetap menunjukkan ketenangan luar biasa. Kapten Prancis itu mengecoh Orlando Gill dengan tendangan ke arah berlawanan untuk membawa timnya unggul pada menit ke-70.

Gol tersebut bukan sekadar memastikan kemenangan Prancis.

Mbappe kini mengoleksi 19 gol dalam 19 penampilan di Piala Dunia dan mencatatkan 11 gol di fase gugur, jumlah terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Rekor itu melampaui pencapaian Ronaldo Nazário dan Sándor Kocsis yang sebelumnya menjadi acuan para penyerang dunia.

Gol tersebut juga menjadi gol ke-150 Prancis sepanjang sejarah Piala Dunia. Hanya Brasil, Jerman, dan Argentina yang memiliki koleksi gol lebih banyak.

Persaingan menuju Sepatu Emas pun semakin memanas. Mbappe kini menyamai Lionel Messi dengan tujuh gol di Piala Dunia 2026. Persaingan dua megabintang itu dipastikan menjadi salah satu cerita terbesar menuju fase akhir turnamen.

Namun kemenangan ini tidak hanya lahir dari ketajaman Mbappe.

Pertahanan Prancis juga tampil solid ketika Paraguay mulai berani menyerang pada menit-menit akhir. Mike Maignan melakukan penyelamatan penting saat menggagalkan peluang Mauricio, sementara Orlando Gill justru menjadi alasan Paraguay tidak kalah lebih telak setelah dua kali menggagalkan peluang emas Mbappe menjelang laga usai.

Secara statistik, kemenangan Les Bleus memang layak terjadi. Prancis melepaskan 15 tembakan dengan expected goals (xG) mencapai 1,36, sedangkan Paraguay hanya mampu menghasilkan lima percobaan dengan xG sebesar 0,15. Angka tersebut menunjukkan betapa minimnya ancaman yang mampu diciptakan wakil Amerika Selatan itu.

Laga ini sekaligus menunjukkan sisi lain dari Prancis. Mereka tidak selalu harus tampil atraktif untuk menang. Ketika permainan mengalir tidak sesuai keinginan, Les Bleus tetap memiliki kesabaran, kedalaman skuad, dan seorang Mbappe yang hampir selalu mampu menjadi pembeda.

Kini tantangan yang lebih berat telah menunggu. Maroko bukan lagi kejutan seperti empat tahun lalu, melainkan salah satu kekuatan yang konsisten di panggung dunia. Bagi Prancis, duel perempat final nanti bukan sekadar perebutan tiket semifinal, tetapi juga pembuktian bahwa mereka masih merupakan tim paling komplet dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....