Piala Dunia 2026 Gerakkan Perputaran Ekonomi Nasional Capai Rp5 Triliun
- 17 Jul 2026 06:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia memperkirakan ajang sepak bola terbesar dunia itu mendorong perputaran ekonomi nasional hingga lebih dari Rp5,03 triliun melalui berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung selama turnamen.
Berdasarkan kajian KADIN Indonesia, nilai ekonomi tersebut berasal dari aktivitas penyiaran, belanja iklan, sponsorship, promosi produk, penjualan perangkat elektronik dan merchandise, transaksi sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan produk UMKM dalam berbagai kegiatan termasuk Festival Rakyat 2026.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor.
"Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," ujar Kukrit Suryo Wicaksono, berdasarkan rilis yang diterima RRI, Kamis 16 Juli 2026.

KADIN mencatat kontribusi terbesar berasal dari sektor HOREKA yang mencapai sekitar Rp2,4 triliun. Selain itu, aktivitas promosi produk melalui iklan on-air menyumbang sekitar Rp1,76 triliun, sedangkan kegiatan komersial off-air mencapai sekitar Rp850 miliar. Organisasi tersebut juga menilai dampak ekonomi berpotensi terus berkembang melalui efek pengganda dari meningkatnya investasi pelaku usaha pada perangkat televisi, proyektor, sistem audio, hingga fasilitas layanan makanan dan minuman.
Besarnya dampak ekonomi juga didukung tingginya partisipasi masyarakat. Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia menunjukkan 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen. Rata-rata pengeluaran mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama Piala Dunia, yang sebagian besar digunakan untuk membeli makanan, minuman, paket data, dan kebutuhan pendukung lainnya sehingga turut menggerakkan UMKM.
Survei yang sama juga mencatat 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI, sementara 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Apresiasi terbesar diberikan pada akses siaran gratis, minim iklan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas siaran pertandingan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan ruang kebersamaan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di berbagai daerah," kata Fiki.
KADIN menilai Piala Dunia FIFA 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku UMKM mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang luas. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci agar ajang olahraga internasional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....