Rekor Gol Bunuh Diri Piala Dunia 2026 Pecah, Lampaui Catatan Rusia 2018
- 06 Jul 2026 02:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Piala Dunia 2026 kembali mencatat sejarah unik. Di tengah persaingan para penyerang terbaik dunia memburu gelar top skor, justru gol bunuh diri menjadi statistik yang paling mencuri perhatian. Berdasarkan data resmi FIFA, hingga berakhirnya babak 32 besar telah tercipta 14 gol bunuh diri, rekor terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Jumlah tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada Piala Dunia 2018 di Rusia dengan 12 gol bunuh diri. Rekor baru dipastikan setelah dua insiden tambahan terjadi pada fase gugur, yakni gol bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany, saat menghadapi Australia dan bek Cape Verde, Diney Borges, ketika melawan Argentina.
Dalam laporan statistik resminya, FIFA menjelaskan bahwa gol bunuh diri dihitung apabila sentuhan terakhir pemain bertahan mengubah arah bola hingga masuk ke gawang sendiri. Penilaian tersebut dilakukan oleh FIFA Technical Study Group (TSG) melalui peninjauan ulang tayangan pertandingan dari berbagai sudut kamera sebelum hasil akhirnya disahkan.
Salah satu keputusan yang menyita perhatian terjadi dalam pertandingan Argentina melawan Cape Verde. Awalnya, sepak pojok Lionel Messi yang disambut sundulan Cristian Romero sempat dianggap menghasilkan assist bagi sang kapten. Namun, setelah dilakukan evaluasi, FIFA menetapkan bola terakhir mengenai Diney Borges sebelum melewati garis gawang sehingga gol tersebut dikategorikan sebagai gol bunuh diri.
Keputusan tersebut membuat catatan assist Messi di Piala Dunia 2026 tidak bertambah karena gol resmi diklasifikasikan sebagai gol bunuh diri. Meski demikian, perubahan statistik itu tidak memengaruhi hasil pertandingan. Argentina tetap meraih kemenangan 3-2 atas Cape Verde dan memastikan langkah ke babak 16 besar.
Di sisi lain, Messi masih menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang turnamen. Kapten Argentina itu telah mengoleksi tujuh gol dan tetap bersaing dalam perebutan Sepatu Emas. Menariknya, jumlah gol bunuh diri di Piala Dunia 2026 kini mencapai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan koleksi gol pemain berusia 39 tahun tersebut.
Meningkatnya jumlah gol bunuh diri dinilai tidak terlepas dari perubahan gaya permainan sepak bola modern. Tekanan tinggi sejak lini depan, umpan silang dengan kecepatan tinggi, serta intensitas serangan yang semakin agresif membuat pemain bertahan lebih sering berada dalam situasi sulit saat berupaya menghalau bola.
Data historis FIFA menunjukkan bahwa sebelum Piala Dunia 2018, jumlah gol bunuh diri dalam satu edisi turnamen tidak pernah mencapai dua digit. Rusia 2018 kemudian mencatat 12 gol bunuh diri, sedangkan Piala Dunia 2026 telah melampaui rekor tersebut bahkan sebelum seluruh pertandingan fase gugur selesai dimainkan.
Menariknya, gol bunuh diri pada edisi kali ini tidak hanya terjadi dalam pertandingan yang melibatkan tim nonunggulan. Sejumlah negara favorit juara juga mengalami insiden serupa. Hal itu menunjukkan bahwa tekanan di level tertinggi sepak bola dunia dapat memengaruhi siapa pun tanpa memandang kekuatan tim.
FIFA juga menegaskan seluruh statistik resmi, termasuk gol, assist, dan gol bunuh diri, masih dapat berubah setelah dilakukan peninjauan ulang oleh tim teknis. Karena itu, pencatatan akhir baru dinyatakan resmi setelah proses evaluasi pertandingan selesai.
Bagi Argentina, perubahan statistik tersebut tidak mengurangi arti kemenangan atas Cape Verde. Tim asuhan Lionel Scaloni tetap melanjutkan perjuangannya di babak gugur dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi 2022.
Sementara itu, rekor 14 gol bunuh diri masih berpotensi bertambah karena Piala Dunia 2026 menyisakan sejumlah pertandingan penting. Semakin ketatnya persaingan menuju final diperkirakan akan meningkatkan tekanan terhadap lini pertahanan sehingga peluang terjadinya gol bunuh diri tetap terbuka.
Rekor tersebut menjadi salah satu warna tersendiri dalam Piala Dunia 2026. Saat para bintang seperti Lionel Messi dan penyerang elite lainnya berlomba mencetak gol, statistik justru menunjukkan bahwa gol bunuh diri menjadi fenomena paling menonjol sepanjang turnamen. Catatan unik ini kembali membuktikan bahwa sejarah Piala Dunia tidak hanya ditentukan oleh aksi gemilang para penyerang, tetapi juga oleh momen-momen tak terduga yang terjadi di lini pertahanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....