Spanyol Juara Dunia! Torres Bungkam Argentina di Babak Tambahan
- 20 Jul 2026 05:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Dunia – Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final di New York New Jersey Stadium, Senin, 20 Juli 2026. Ferran Torres tampil sebagai pahlawan kemenangan lewat gol semata wayang pada menit ke-106.
Kemenangan ini mengakhiri penantian 16 tahun La Roja untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah terakhir menjadi juara pada 2010. Gelar tersebut juga mengukuhkan generasi baru Spanyol sebagai salah satu yang terbaik di dunia di bawah asuhan Luis de la Fuente.
Sejak awal pertandingan, Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi. Lamine Yamal, Nico Williams, Dani Olmo hingga Mikel Oyarzabal berkali-kali mengancam gawang Emiliano Martinez.
Namun, kiper Argentina itu tampil luar biasa dengan menggagalkan berbagai peluang emas Spanyol sepanjang waktu normal.
Sebaliknya, Argentina kesulitan mengembangkan permainan. Lionel Messi yang menjadi pusat perhatian sebelum laga nyaris tidak mendapat ruang untuk berkreasi akibat disiplin pertahanan Spanyol.
Situasi semakin sulit bagi Albiceleste ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi. Argentina pun harus bermain dengan 10 orang hingga babak tambahan.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimanfaatkan Spanyol. Pada menit ke-106, Nico Williams berhasil memenangkan duel udara sebelum bola jatuh ke arah Ferran Torres. Penyerang pengganti itu melepaskan tendangan kaki kiri keras yang menghujam atap gawang Emiliano Martinez dan memastikan keunggulan Spanyol.
Argentina baru memberikan ancaman serius setelah tertinggal. Giuliano Simeone memperoleh peluang emas menjelang laga usai, namun tembakannya melambung di atas mistar sehingga harapan membawa pertandingan ke adu penalti sirna.
Peluit panjang disambut sukacita kubu Spanyol, sementara para pemain Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih empat tahun sebelumnya.
Selain gagal mempertahankan trofi, Lionel Messi juga harus merelakan gelar Sepatu Emas. Kapten Argentina menutup turnamen dengan delapan gol dan finis di belakang Kylian Mbappe yang menjadi top skor Piala Dunia 2026 dengan koleksi 10 gol. Mbappe juga resmi memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia dengan 22 gol, melewati Messi yang mengoleksi 21 gol.
Bagi Spanyol, keberhasilan ini melengkapi dominasi mereka di sepak bola internasional setelah sebelumnya menjuarai Euro. La Roja menjadi negara keempat yang mampu menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia secara beruntun, mengikuti jejak Jerman, Prancis, dan generasi emas Spanyol era 2008–2012.
Selain itu, Final Piala Dunia 2026 tidak menghadirkan duel individu yang selama berminggu-minggu dipromosikan publik. Pertarungan Lionel Messi melawan Lamine Yamal justru berubah menjadi duel taktik antara dua filosofi sepak bola.
Argentina memilih bertahan sangat dalam demi memutus aliran bola Spanyol. Strategi itu memang berhasil meredam kreativitas Yamal, tetapi di sisi lain membuat Albiceleste kehilangan identitas menyerang. Sepanjang 90 menit waktu normal, Argentina bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang lawan. Statistik tersebut menjadi salah satu yang paling minim dalam sejarah final Piala Dunia era modern.
Sebaliknya, Spanyol menunjukkan kesabaran luar biasa. Mereka terus memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola, menekan tanpa panik, dan akhirnya menemukan celah ketika kelelahan mulai menggerogoti pertahanan Argentina yang bermain dengan 10 orang.
Keputusan Luis de la Fuente memasukkan Ferran Torres juga menjadi titik balik pertandingan. Gol Torres mengingatkan publik pada momen Andres Iniesta yang membawa Spanyol menjadi juara dunia pada 2010, sama-sama lahir pada babak tambahan ketika pertandingan tampak akan menuju adu penalti.
Bagi Lionel Messi, laga ini kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Sang legenda gagal menutup karier internasionalnya dengan trofi kedua, tetapi warisannya tetap abadi sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Di sisi lain, Piala Dunia 2026 menjadi panggung lahirnya generasi baru Spanyol. Dengan pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, Pau Cubarsi, hingga Rodri yang masih berada di usia emas, La Roja berpotensi mendominasi sepak bola internasional dalam beberapa tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....