Inggris Wajib Waspadai Kejutan DR Kongo di Babak 32 Besar

  • 01 Jul 2026 05:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, East Rutherford – Timnas Inggris menghadapi ujian sesungguhnya saat memasuki fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. The Three Lions akan berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar, Kamis 2 Juli 2026, pukul 00:00 Wita dalam laga yang di atas kertas mengunggulkan Inggris, tetapi menyimpan potensi kejutan besar.

Status juara Grup L memang membuat Inggris lebih difavoritkan. Namun, hasil-hasil pada awal fase gugur menjadi peringatan serius bagi tim asuhan Thomas Tuchel. Dua kekuatan Eropa, Belanda dan Jerman, telah lebih dulu tersingkir secara mengejutkan. Fakta itu memperlihatkan bahwa tidak ada lagi lawan yang bisa diremehkan di Piala Dunia 2026.

Republik Demokratik Kongo datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan sejarah. Mereka lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah mengumpulkan empat poin sebagai pemuncak klasemen tim peringkat ketiga terbaik. Perjalanan itu dibangun lewat hasil imbang melawan Portugal, kekalahan tipis dari Kolombia, serta kemenangan dramatis 3-1 atas Uzbekistan yang juga menjadi kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah tampil di putaran final Piala Dunia.

Keberhasilan tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola DR Kongo yang semakin matang. Di bawah pelatih Sébastien Desabre, mereka tidak hanya disiplin bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi secara taktik. Saat wajib menang atas Uzbekistan, Desabre berani mengubah formasi dari 5-3-2 menjadi 4-4-2 yang lebih menyerang. Perubahan itu terbukti efektif dan membawa mereka ke babak gugur.

Salah satu pemain yang patut diwaspadai Inggris adalah Yoane Wissa. Penyerang Newcastle United itu sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak dua gol pada fase grup, termasuk gol kemenangan pada masa injury time melawan Uzbekistan. Kecepatan, mobilitas, dan kemampuannya mencari ruang membuat lini belakang Inggris harus tampil tanpa kesalahan.

Sementara itu, Inggris berharap kembalinya Declan Rice dapat mengembalikan keseimbangan permainan. Absennya gelandang Arsenal tersebut saat menghadapi Panama membuat permainan Inggris kehilangan kontrol di lini tengah. Rice bukan hanya penting dalam membangun serangan, tetapi juga menjadi pelindung utama di depan barisan pertahanan.

Thomas Tuchel juga masih menghadapi persoalan di sektor bek kanan. Cedera yang dialami Reece James dan Jarell Quansah membuat Djed Spence berpeluang menjadi starter. Kondisi tersebut dapat menjadi titik yang coba dieksploitasi DR Kongo melalui serangan cepat dari kedua sisi lapangan.

Meski demikian, sejarah berpihak kepada Inggris. Dalam sembilan pertemuan melawan negara-negara Afrika di Piala Dunia, The Three Lions belum pernah menelan kekalahan. Inggris meraih lima kemenangan dan empat hasil imbang, termasuk kemenangan atas Kamerun pada 1990 dan Senegal pada 2022. Namun catatan itu tidak sepenuhnya menenangkan karena Inggris juga pernah kesulitan menghadapi Maroko, Nigeria, Aljazair, hingga Ghana.

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan peningkatan kualitas wakil-wakil Afrika. Dengan sembilan negara Afrika lolos ke babak 32 besar, anggapan bahwa tim-tim CAF hanya menjadi pelengkap sudah tidak lagi relevan. Organisasi permainan yang solid, disiplin bertahan, serta transisi cepat menjadi kekuatan utama yang beberapa kali merepotkan negara-negara Eropa.

Bagi Inggris, tantangan terbesar bukan hanya menghadapi kualitas lawan, tetapi juga mengendalikan mentalitas. Sikap terlalu percaya diri justru dapat menjadi bumerang. Tuchel dipastikan akan menekankan pentingnya fokus sejak menit pertama agar tidak mengulangi kesalahan sejumlah tim unggulan yang telah lebih dulu angkat koper.

Di atas kertas, kualitas individu Inggris memang lebih unggul. Harry Kane, Bukayo Saka, Phil Foden, Jude Bellingham hingga Declan Rice memiliki pengalaman tampil di level tertinggi. Namun DR Kongo telah membuktikan mampu bertahan disiplin saat menghadapi Portugal dan hanya kalah tipis dari Kolombia. Artinya, jika Inggris gagal memanfaatkan peluang sejak awal, pertandingan berpotensi berjalan ketat hingga babak tambahan waktu.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 16 besar. Bagi Inggris, ini menjadi ujian apakah mereka benar-benar layak disebut kandidat juara. Sementara bagi DR Kongo, pertandingan ini merupakan kesempatan melanjutkan kisah dongeng terbesar mereka di Piala Dunia 2026 dan membuktikan bahwa sejarah baru masih mungkin kembali tercipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....