Haaland Tak Terbendung, Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar

  • 01 Jul 2026 05:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dallas – Erling Haaland kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Striker Manchester City itu mencetak gol penentu kemenangan saat Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium, Rabu 1 Juli 2026.

Kemenangan tersebut mengantar Norwegia mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Selanjutnya, tim asuhan Stale Solbakken akan menghadapi raksasa Amerika Selatan, Brasil, dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di fase gugur.

Solbakken kembali menurunkan mayoritas pemain inti setelah sebelumnya mengistirahatkan 10 pemain saat menghadapi Prancis pada laga terakhir fase grup. Keputusan itu langsung memberikan dampak. Sejak awal pertandingan, Norwegia tampil lebih agresif dengan Haaland beberapa kali mengancam pertahanan Pantai Gading.

Namun sosok yang lebih dulu mencuri perhatian adalah Antonio Nusa. Winger muda berusia 21 tahun itu memecah kebuntuan menjelang turun minum melalui aksi individu berkualitas. Dari sisi kiri, Nusa menusuk ke dalam, mengecoh penjaganya sebelum melepaskan tendangan melengkung ke pojok atas gawang. Gol tersebut menjadikannya pencetak gol termuda Norwegia sepanjang sejarah turnamen besar.

Di balik gol Nusa, Martin Odegaard kembali menunjukkan kelasnya sebagai motor permainan. Kapten Arsenal itu mencatat assist ketiga secara beruntun di Piala Dunia 2026 dan menjadi pemain pertama sejak Dirk Kuyt pada edisi 2010 yang mampu memberikan assist dalam tiga pertandingan Piala Dunia berturut-turut. Kreativitas Odegaard menjadi napas permainan Norwegia sepanjang laga.

Meski demikian, Pantai Gading tidak menyerah. Pelatih Emerse Fae memasukkan Amad Diallo pada babak kedua dan keputusan tersebut mengubah jalannya pertandingan. Winger Manchester United itu tampil eksplosif, diawali dengan penyelamatan krusial di garis gawang untuk menggagalkan peluang Torbjorn Heggem sebelum kemudian mencetak gol penyama kedudukan.

Melalui kombinasi satu-dua bersama Nicolas Pepe, Amad melewati beberapa pemain bertahan Norwegia sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Orjan Nyland. Gol itu menghidupkan kembali harapan Pantai Gading untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen.

Namun seperti yang telah berulang kali terjadi bersama Norwegia, ketika pertandingan memasuki momen krusial, Haaland muncul sebagai pembeda. Menit ke-86, Oscar Bobb mengirim umpan terobosan kepada Patrick Berg yang langsung mengirim bola ke depan gawang. Haaland tanpa kesulitan menyelesaikannya menjadi gol kemenangan.

Gol tersebut memperpanjang rekor luar biasa Haaland yang kini mencetak gol dalam 13 pertandingan internasional secara beruntun. Dalam periode tersebut, bomber berusia 25 tahun itu telah mengoleksi 25 gol bersama tim nasional Norwegia, sebuah produktivitas yang memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan tim terhadap penyelesaian akhirnya.

Menariknya, Haaland sebenarnya tidak terlalu dominan dalam permainan. Pada babak pertama ia hanya mencatat delapan sentuhan bola dan menyelesaikan satu umpan. Namun efektivitas menjadi pembeda. Dari sedikit peluang yang diperoleh, ia kembali menghasilkan gol yang menentukan nasib timnya.

Laga ini juga memperlihatkan dua pendekatan sepak bola yang berbeda. Pantai Gading justru lebih dominan dalam statistik dengan melepaskan 14 tembakan dan memperoleh 14 tendangan sudut, sedangkan Norwegia hanya menghasilkan sembilan percobaan. Akan tetapi, efektivitas menjadi pembeda utama. Norwegia mampu memaksimalkan peluang-peluang emas, sementara Pantai Gading gagal mengonversi dominasi bola mati menjadi gol tambahan.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan bersejarah Pantai Gading pada debut mereka di fase gugur Piala Dunia. Meski tersingkir, penampilan Amad Diallo layak mendapat apresiasi. Ia menjadi pemain Afrika ketiga yang mampu mencetak dua gol sebagai pemain pengganti dalam satu edisi Piala Dunia setelah Roger Milla bersama Kamerun pada 1990 dan Pape Gueye bersama Senegal pada edisi 2026.

Bagi Norwegia, kemenangan ini jauh lebih besar daripada sekadar tiket ke babak 16 besar. Ini adalah kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah dan menjadikan Norwegia sebagai negara Eropa pertama sejak Ukraina pada 2006 yang berhasil memenangi laga knockout pertama mereka di turnamen tersebut.

Kini tantangan sesungguhnya telah menanti. Di babak 16 besar, Haaland dan kolega akan berhadapan dengan Brasil, tim lima kali juara dunia yang memiliki kualitas individu dan pengalaman jauh lebih matang. Namun dengan performa Haaland yang terus menyala serta kreativitas Odegaard di lini tengah, Norwegia mulai menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan penantang serius di Piala Dunia 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....