Swedia Kirim Peringatan Keras untuk Belanda dan Jepang
- 15 Jun 2026 14:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Swedia mengirim pesan serius kepada para pesaing di Grup F Piala Dunia 2026. Tim asuhan Graham Potter tampil luar biasa saat membungkam Tunisia dengan skor telak 5-1 di Monterrey, Senin 15 Juni 2026.
Kemenangan besar itu langsung mengubah peta persaingan grup. Setelah Belanda dan Jepang bermain imbang 2-2 sehari sebelumnya, Swedia kini berada dalam posisi ideal untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak gugur.
Sorotan utama tertuju pada duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Dua penyerang yang tampil tajam sepanjang musim di level klub itu kembali menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Namun pemain yang mencuri perhatian justru Yasin Ayari. Gelandang berusia 22 tahun yang memiliki darah Tunisia itu mencetak dua gol spektakuler dari luar kotak penalti untuk membantu Swedia meraih kemenangan meyakinkan.
Swedia membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh melalui Ayari. Kesalahan antisipasi lini belakang Tunisia dimanfaatkan dengan sempurna lewat tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Abdelmouhib Chamakh.
Kepercayaan diri Swedia semakin meningkat ketika Alexander Isak menggandakan keunggulan pada menit ke-30. Penyerang Liverpool itu memanfaatkan umpan Viktor Gyokeres sebelum melepaskan penyelesaian yang membawa timnya menjauh.
Tunisia sempat memberi harapan menjelang turun minum. Omar Rekik memperkecil ketertinggalan melalui sundulan setelah menyambut umpan silang Hannibal Mejbri.
Namun harapan tersebut tidak bertahan lama. Pada babak kedua, Tunisia justru kembali melakukan kesalahan fatal saat membangun serangan dari belakang. Bola yang hilang di area sendiri dimanfaatkan Isak sebelum diteruskan Gyokeres menjadi gol ketiga Swedia.
Gol tersebut mematahkan perlawanan Tunisia. Swedia semakin percaya diri mengendalikan permainan dan terus menekan pertahanan lawan.
Pesta gol kemudian berlanjut melalui Mattias Svanberg. Menariknya, gelandang tersebut hanya membutuhkan 18 detik setelah masuk dari bangku cadangan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu menjadi salah satu gol tercepat yang pernah dicetak pemain pengganti dalam sejarah Piala Dunia.
Ayari menutup malam sempurna Swedia lewat gol keduanya pada masa tambahan waktu. Tembakan keras dari luar kotak penalti memastikan kemenangan telak 5-1 sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain yang layak diperhatikan di turnamen ini.
Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini menunjukkan perubahan besar dalam permainan Swedia di bawah Graham Potter. Tim yang gagal tampil pada Piala Dunia 2022 kini tampil lebih berani, lebih efektif, dan jauh lebih berbahaya dalam menyerang.
Duet Isak dan Gyokeres memberi ancaman konstan di lini depan, sementara Ayari tampil sebagai kejutan yang membuat lini tengah Swedia semakin sulit dihentikan.
Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, Swedia berpeluang menjadi salah satu tim yang dapat mengganggu dominasi negara-negara unggulan pada Piala Dunia 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....