Asap Karhutla Kanada Ancam Final Piala Dunia 2026 di New Jersey

  • 17 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kanada – Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol di New York New Jersey Stadium terancam terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan besar yang melanda Kanada. Meski pertandingan dijadwalkan tetap berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 03:00 WITA, FIFA terus memantau perkembangan kualitas udara di kawasan tersebut.

Asap dari kebakaran hutan di wilayah Ontario, Kanada, dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah kota besar di Amerika Utara, termasuk New York, New Jersey, Toronto, Detroit, Chicago, dan Minneapolis. Berdasarkan pemantauan IQAir, kualitas udara di New York sempat masuk kategori "tidak sehat bagi kelompok sensitif", sementara beberapa kota lain bahkan mencapai tingkat "sangat tidak sehat" hingga "berbahaya".

Pemerintah Kota New York sebelumnya mengeluarkan peringatan kualitas udara dan membagikan masker N95 secara gratis kepada masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian karena pertandingan final diperkirakan berlangsung di tengah suhu yang panas dan tingkat kelembapan yang tinggi.

Dampak kabut asap sudah dirasakan pada sejumlah pertandingan sepak bola. Laga National Women's Soccer League (NWSL) antara Gotham FC melawan Washington Spirit bahkan harus dihentikan sementara setiap 15 menit untuk memberikan waktu pemulihan bagi para pemain akibat buruknya kualitas udara.

Gelandang tim nasional putri Amerika Serikat, Trinity Rodman, mengaku kondisi udara sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

"Kualitas udaranya benar-benar buruk. Kalau harus ada jeda setiap 15 menit untuk minum, menurut saya seharusnya pertandingan tidak dimainkan," kata Rodman.

Di sisi lain, pertandingan Major League Soccer (MLS) antara Chicago Fire dan Vancouver Whitecaps yang sedianya menjadi debut Robert Lewandowski juga ditunda karena kondisi cuaca dan kualitas udara yang dinilai berbahaya.

Meski demikian, prakiraan cuaca menunjukkan hujan diperkirakan turun pada Jumat dan Sabtu sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap sebelum laga final berlangsung. Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan rencana untuk menunda pertandingan Argentina melawan Spanyol.

Sementara itu, Ancaman terbesar final Piala Dunia kali ini bukan hanya duel Lionel Messi menghadapi generasi emas Spanyol, tetapi juga faktor lingkungan yang berada di luar kendali penyelenggara.

Berbeda dengan hujan atau angin, asap kebakaran hutan membawa partikel halus yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Dampaknya tidak hanya dirasakan penonton, tetapi juga pemain yang membutuhkan kapasitas paru-paru maksimal selama 90 menit atau lebih.

Jika kualitas udara memburuk, intensitas pertandingan bisa menurun karena pemain akan lebih cepat mengalami kelelahan. FIFA kemungkinan memilih terus memantau indeks kualitas udara hingga beberapa jam sebelum kick-off daripada mengambil keputusan ekstrem seperti menunda final.

Untuk saat ini, peluang pertandingan tetap berlangsung sesuai jadwal masih lebih besar. Namun, kondisi cuaca dan arah angin dalam dua hari menjelang laga akan menjadi faktor penentu apakah final Piala Dunia FIFA 2026 benar-benar dapat dimainkan dalam kondisi ideal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....