Keseruan Hari Batik Nasional di SMPN 14 Balikpapan Siswa Bebas Gunakan Baju Batik
- 02 Okt 2026 15:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan – Suasana di SMP Negeri 14 Balikpapan tampak berbeda dan jauh lebih berwarna pada hari ini Jumat, 2Oktober 2026. Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, seluruh siswa dan guru kompak meninggalkan seragam putih-biru mereka dan menggantinya dengan beragam motif batik bebas. Tidak sekadar memakai baju batik, para siswa juga tetap aktif menjalani seluruh aktivitas sekolah dengan penuh kebanggaan mengenakan warisan budaya dunia tersebut.
Kemeriahan perayaan ini dilengkapi dengan edukasi mendalam mengenai warisan budaya. Guru Seni Budaya SMPN 14 Balikpapan, Endah Hariyani, memberikan penjelasan interaktif mengenai pentingnya generasi muda menjaga dan melestarikan batik agar tidak punah ditelan zaman.
"Melestarikan batik itu tidak harus kaku. Di sekolah, kami mengajarkan metode batik ciprat dan eco print. Metode ini sangat mudah, praktis, dan menyenangkan bagi anak-anak. Dengan cara yang seru ini, siswa jadi tertarik dan tidak merasa terbebani untuk belajar membatik," ujar Guru Seni Budaya tersebut saat ditemui di sela-sela aktivitas sekolah.
Mencintai budaya warisan leluhur kata Endah merupakan kewajiban setiap anak didik disekolah agar mereka bisa terus mengembangkan motif-motif batik mengikuti perkembangan jaman namun tidak lupa dengan akar budaya masa lalu dan terus diwariskan kepada penerus bangsa.
Antusiasme tinggi juga terpancar dari raut wajah para siswa. Aisyah, Dika, dan Ajeng, tiga siswa SMPN 14 Balikpapan, terlihat sangat bersemangat memamerkan motif batik pilihan mereka hari ini. Bagi mereka, mengenakan batik ke sekolah memberikan rasa bangga yang luar biasa.
"Seru banget hari ini bisa pakai batik bebas ke sekolah! Batik itu kan budaya asli Indonesia yang keren banget dan sudah mendunia, jadi tugas kita sebagai anak muda untuk terus melestarikannya," ungkap Aisyah yang diangguki dengan penuh semangat oleh Dika dan Ajeng.
Melalui kegiatan ini, SMPN 14 Balikpapan berharap kecintaan terhadap batik tidak hanya muncul setahun sekali, melainkan tertanam menjadi identitas diri yang melekat pada setiap tunas bangsa sebagai generasi emas Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....