Hari Kesaktian Pancasila di Balikpapan: Kompas Moral Penopang IKN

  • 01 Okt 2026 15:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balikpapan teraksa hikmat dan khusuk diikuti oleh ratusan pelajar kota Balikpapan, unsur TNI/Polri serta jajaran pemerintah kota Balikpapan. Momen yang mengenang kembali keteguhan bangsa yang pernah diuji oleh masa-masa kelam. Di gerbang Ibu Kota Nusantara, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menggetarkan kesadaran bersama: Pancasila bukan sekadar susunan teks sejarah yang dihafal, melainkan napas kehidupan yang menjaga keutuhan Indonesia hingga hari ini.

Dipimpin oleh Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo, para tamu undangan kompak menundukkan kepala Seraya berdoa mengingat tragedi memilukan yang menyayat hati. Dalam amanat mewakili Wali kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan pesan mendalam mengenai arti penting keteguhan ideologi di tengah pesatnya transformasi kota.

"Pancasila bukan sekadar teks yang kita baca atau kita hafalkan, melainkan tameng, jangkar, dan pemandu hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," Ujarnya.

Sebagai kota yang kian strategis menopang IKN, Balikpapan kini berhadapan dengan gelombang modernisasi, lonjakan mobilitas warga, serta arus informasi digital yang deras. Di tengah dinamika tersebut, nilai-nilai Pancasila dituntut hadir nyata sebagai kompas moral warga agar kota tetap harmonis dan beradab.

Membentengi Karakter dan Menangkal Polarisasi

Usai upacara, Bagus Susetyo menegaskan kembali bahwa menjaga keutuhan nilai dasar bangsa adalah komitmen seluruh lapisan masyarakat, bukan sebatas tanggung jawab institusi formal semata.

"Ini bukan hanya tugas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, melainkan amanah seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengamalkan sila-sila Pancasila dalam keseharian. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan adalah tonggak yang harus kita pertahankan demi menangkal disintegrasi maupun disinformasi," ungkapnya.

Menyoroti kerentanan generasi muda terhadap pengaruh media sosial, ia berpesan agar ekosistem pendidikan dan keluarga memberikan proteksi moral yang kokoh:

"Sekolah, guru, dan lingkungan masyarakat harus mampu membangun fondasi yang kuat bagi generasi penerus. Kita perlu membimbing mereka agar cakap memilah, memilih, serta menyaring informasi digital dengan bijak, sehingga pola pikir dan jati diri mereka tidak mudah tergerus."ucap Bagus.

Gema nilai luhur tersebut disambut hangat oleh generasi muda. Bagi para siswa, sejarah kelam masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk melangkah mantap menuju masa depan.

Perwakilan pelajar dari SMA Nasional KPS Balikpapan—Fiko, Rasya, dan Jenar—menyampaikan refleksi tulus mereka dengan penuh optimisme.

"Bagi kami, Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum untuk merenungi peristiwa kelam bangsa agar tidak terulang kembali," ungkap mereka serempak. "Sebagai pelajar yang dipersiapkan menjadi Generasi Emas, harapan kami adalah mampu berkontribusi nyata membawa Indonesia semakin maju, berdaulat, dan membanggakan."ucap mereka kompak.

Langkah kaki generasi muda Balikpapan hari ini menjadi bukti bahwa api Pancasila tidak pernah padam. Di tengah laju modernisasi kawasan Nusantara, nilai-nilai luhur bangsa tetap menjadi pelita yang menuntun masyarakat melangkah dengan kepala tegak, hati yang teduh, dan persatuan yang tak tergoyahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....