Basarnas Balikpapan Kerahkan KN SAR Wisanggeni Bantu Evakuasi KM Virgo

  • 13 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan mengerahkan KN SAR Wisanggeni 236 guna mendukung operasi SAR kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang di perairan Banjarmasin.

Kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan sekitar 80 nautical mile (NM) dari Banjarmasin pada Minggu,13 September 2026 dini hari. Mengingat lokasi kejadian berada di wilayah kerja Kantor SAR Banjarmasin, operasi pencarian dipimpin langsung oleh Basarnas Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan bahwa pengerahan armada ini merupakan respons cepat atas permintaan perbantuan dari tim SAR Banjarmasin menyusul besarnya jumlah korban pada manifes kapal.

"Laporan kejadian kami terima sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA. Karena lokasi berjarak sekitar 80 nautical mile dari Banjarmasin, SMC dipegang oleh Tim SAR Banjarmasin. Mengingat manifes mencapai 243 orang, Basarnas Banjarmasin meminta perbantuan SAR terdekat, termasuk kami di Balikpapan," ujar Endrow kepada RRI melalui pesan suara.

Merespons permintaan tersebut, Basarnas Balikpapan langsung memberangkatkan armada penyelamat dari Dermaga Somber Balikpapan. Rincian pergerakan tim meliputi:

Personel dan Armada: KN SAR Wisanggeni 236 mengangkut 29 personel gabungan, terdiri dari 15 ABK, 10 rescuer bersertifikasi penyelaman, serta 4 personel potensi SAR.

Jarak menuju lokasi diperkirakan sejauh 290 nautical mile. Berlayar dengan kecepatan rata-rata 13–14 knot, kapal membutuhkan waktu tempuh 20 hingga 21 jam dan diproyeksikan tiba di lokasi kejadian pada Senin (14/9) sekitar pukul 12.00 WITA.Tim dibekali peralatan selam lengkap dan drone thermal untuk pemantauan visual dari udara guna memaksimalkan pencarian korban.

Operasi laut terpadu ini juga melibatkan armada Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar untuk menyisir permukaan air hingga tindakan penyelaman.

Endrow menambahkan, tim yang diberangkatkan dipersiapkan melangsungkan operasi hingga tujuh hari ke depan.

"Personel kami siagakan beroperasi selama tujuh hari, namun dinamika teknis di lapangan akan terus menyesuaikan situasi dan perkembangan kondisi riil di lokasi kejadian," kata Endrow mengakhiri pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....