Presiden Prabowo Perintahkan Korporasi Pelanggar Karhutla Ditindak Tegas

  • 17 Sep 2026 20:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah tidak memberi toleransi terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika hasil verifikasi menunjukkan adanya pelanggaran, izin usaha perusahaan dapat dicabut dan dugaan unsur pidananya tetap diselidiki.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hibrida membahas penanganan sejumlah bencana di Indonesia dari Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat itu, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai dugaan karhutla yang dilakukan secara sengaja serta dugaan keterlibatan sejumlah korporasi.

Dikutip dari laman Presiden Republik Indonesia, Kamis 17 September 2026, Prabowo meminta setiap dugaan pelanggaran diverifikasi secara menyeluruh sebelum tindakan hukum dijatuhkan. Perusahaan yang terbukti melanggar, terlebih yang sebelumnya pernah mendapat sanksi, diminta mendapat tindakan tegas.

“Kalau sekarang masih melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,” ucap Prabowo.

Presiden juga menegaskan pencabutan izin tidak serta-merta mengakhiri proses hukum. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan korporasi bertanggung jawab atas karhutla, dugaan unsur pidana tetap harus ditelusuri sesuai ketentuan hukum.

“Kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya,” ujar Presiden.

Prabowo meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran tersebut. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan pihak yang terbukti bertanggung jawab mendapat tindakan sesuai hukum.

“Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,” katanya.

Selain penegakan hukum, Prabowo meminta pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi sekitar satu setengah bulan ke depan masih tergolong rawan sehingga upaya pencegahan dan penanganan perlu terus diperkuat.

“Kita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,” kata Prabowo.

Presiden meminta pengalaman penanganan karhutla saat ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat mitigasi bencana. Persiapan yang lebih masif dinilai diperlukan agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan ke depan dapat berlangsung lebih cepat dan terpadu.

“Persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,” ucap Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....