Menteri Keuangan Suahasil Nazara Komitmen Jaga APBN Tetap Sehat dan Kredibel

  • 15 Sep 2026 07:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 September 2026, Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Suahasil mengatakan, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar pengelolaan keuangan negara tetap terjaga, baik dari sisi kesehatan fiskal maupun kredibilitasnya di mata publik dan pelaku ekonomi.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil, dikutip dari laman Sekretariat Negara (Setneg.go.id), Selasa 15 September 2026.

Menurut Suahasil, APBN memiliki peran strategis sebagai instrumen utama dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN harus dikelola secara sehat dan kredibel agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pembangunan nasional.

“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN-nya harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.

Suahasil memastikan Kementerian Keuangan akan menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan stabilitas fiskal.

Salah satu komitmen yang ditegaskannya adalah mempertahankan defisit APBN di bawah batas yang ditetapkan undang-undang, yakni 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” ucapnya.

Selain menjaga disiplin fiskal, Suahasil menilai komunikasi publik yang transparan dan kredibel menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, kredibilitas APBN tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang sehat, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menyampaikan informasi secara jelas dan konsisten kepada masyarakat.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dipahami semata-mata sebagai pengurangan atau pemotongan belanja negara.

Menurutnya, efisiensi harus diarahkan pada peningkatan kualitas belanja sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam menjalankan tugas barunya sebagai Menteri Keuangan, Suahasil juga memastikan proses transisi kepemimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan berlangsung dengan baik.

Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan program pemerintah tetap berjalan berkesinambungan, efektif, serta mendukung agenda pembangunan nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....