Wapres Gibran Dorong Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Bulgaria

  • 15 Sep 2026 12:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin 14 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Indonesia dan Bulgaria untuk memperkuat hubungan bilateral menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 20 September 2026.

Dikutip dari laman wapresri.go.id, Selasa 15 September 2026, Wapres Gibran menyambut hangat kunjungan DPM Bulgaria dan menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai tujuh dekade hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria menjadi fondasi penting untuk membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

“Selamat datang di Indonesia. Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Wapres.

Menurut Gibran, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Bulgaria.

“Saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” katanya.

DPM Bulgaria, Alexander Poulev, menyambut positif dorongan tersebut. Ia menegaskan, persahabatan dan hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 70 tahun menjadi modal kuat bagi kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat.

Bulgaria, kata Poulev, siap berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Ia juga menilai Indonesia memiliki prospek ekonomi yang besar dalam satu dekade mendatang.

“Pertama-tama, yang hadir adalah persahabatan, kekuatan hubungan diplomatik dan hubungan kedua negara. Kita memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi. Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Berdasarkan kajian ekonomi Bulgaria, Poulev memperkirakan Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari empat negara dengan perekonomian terbesar di dunia dalam 10 tahun mendatang.

Selain membahas kerja sama ekonomi, DPM Bulgaria turut menyampaikan simpati atas berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia. Bulgaria menyatakan kesiapan memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan persahabatan kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menjelaskan pertemuan tersebut juga membahas peluang peningkatan perdagangan dan investasi yang lebih strategis. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah agroindustri dan logistik.

Indonesia melihat posisi Bulgaria yang strategis sebagai salah satu pintu masuk produk Indonesia menuju pasar Uni Eropa dan kawasan Eropa yang memiliki sekitar 450 juta konsumen.

“Yang dilakukan dalam pertemuan ini adalah penjajakan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi yang lebih strategis. Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau pasar di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” ucap Anis.

Peluang tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia di Eropa.

Dalam bidang perdagangan, pemerintah Indonesia juga mendorong dukungan Bulgaria terhadap penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengatakan Indonesia berharap perjanjian perdagangan tersebut dapat diratifikasi pada 2026 dan mulai berlaku pada awal 2027.

“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027, di mana kami berharap support dari Bulgaria,” ujar Dyah Roro Esti.

Selain perdagangan, kerja sama di sektor pangan dan transfer teknologi juga menjadi bagian dari peluang kemitraan yang dibahas dalam pertemuan.

Penguatan hubungan Indonesia-Bulgaria juga diarahkan pada sektor ekonomi kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan kerja sama dapat dikembangkan melalui pertemuan dan pertukaran pengalaman antara pelaku ekonomi kreatif kedua negara.

Salah satu langkah awal yang ditawarkan adalah mengundang delegasi Bulgaria untuk menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE).

“Kalau dari sektor ekonomi kreatif, tadi salah satunya tentu kita mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy,” kata Irene.

Momentum 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan historis, tetapi juga menjadi pijakan untuk membangun kerja sama yang semakin konkret.

Kerja sama tersebut mencakup perluasan akses pasar Eropa, peningkatan perdagangan dan investasi, pengembangan agroindustri dan logistik, pangan, transfer teknologi, hingga ekonomi kreatif.

Indonesia dan Bulgaria diharapkan terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Bulgaria yang akan diperingati pada 22 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....