Pertemuan Prabowo-Thaksin Tandai Penguatan Hubungan RI-Thailand

  • 09 Jul 2026 07:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pertemuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Thailand. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, pertahanan, hingga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Hubungan Indonesia dan Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu kemitraan bilateral yang kuat di kawasan ASEAN. Pada tahun 2025, kedua negara memperingati 75 tahun hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 1950. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, termasuk peningkatan investasi, kesehatan, keamanan, dan pengembangan ekonomi digital.

Melansir laman setneg.go.id, Kamis 9 Juli 2026, dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Bangkok, pemerintah Indonesia menggelar sejumlah agenda penting bersama pemerintah Thailand. Selain melakukan audiensi dengan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand saat itu, Paetongtarn Shinawatra. Agenda tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis melalui mekanisme Leaders' Consultation yang akan dilaksanakan secara berkala sebagai wadah koordinasi kedua negara. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dan Thailand dalam menjaga komunikasi tingkat tinggi antarpemimpin.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Setelah melepas keberangkatan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Bandara Yogyakarta International Airport, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand periode 2001-2006, Thaksin Shinawatra, beserta keluarga di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, dikutip dari lama presiden.go.id, pada Rabu Malam, 8 Juli 2026.

Seskab Teddy juga mengungkapkan, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh putri Thaksin, Paetongtarn Shinawatra, yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada periode 2024–2025. Menurut Seskab Teddy, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak lama antara kedua tokoh.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Thaksin Shinawatra dinilai memiliki nilai strategis mengingat Thaksin merupakan tokoh berpengaruh dalam dinamika politik Thailand. Meski tidak menjabat sebagai kepala pemerintahan, pandangan dan pengalamannya masih memiliki pengaruh terhadap perkembangan politik dan ekonomi di Thailand. Dialog yang berlangsung mencerminkan pentingnya diplomasi antartokoh dalam mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama baru di tingkat regional.

Dari sisi ekonomi, Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan nilai perdagangan serta investasi bilateral yang telah mencapai sekitar 18 miliar dolar Amerika Serikat, seperti dikutip dari ANTARA News. Kedua negara juga berkomitmen mempercepat pembentukan Joint Trade Commission sebagai forum untuk memperluas kerja sama perdagangan, pengembangan industri halal, ekonomi digital, serta peningkatan investasi yang saling menguntungkan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi kedua negara di tengah tantangan ekonomi global.

Tidak hanya di sektor ekonomi, Indonesia dan Thailand juga memperkuat kerja sama di bidang keamanan. Kedua negara sepakat meningkatkan koordinasi dalam pemberantasan kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, kejahatan siber, hingga penanganan berbagai isu keamanan kawasan. Penguatan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ASEAN sekaligus menciptakan kawasan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Di bidang kesehatan, Indonesia dan Thailand turut menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penguatan sistem kesehatan, pengendalian penyakit menular, peningkatan layanan kesehatan primer, pengembangan wisata medis, hingga kerja sama dalam penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan. Kesepakatan tersebut memperlihatkan semakin luasnya cakupan hubungan bilateral yang tidak hanya berfokus pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Pertemuan Prabowo dengan Thaksin serta rangkaian kunjungan resmi ke Thailand menjadi sinyal positif bagi masa depan hubungan Indonesia dan Thailand. Dengan fondasi hubungan diplomatik yang telah terjalin selama puluhan tahun, kedua negara memiliki peluang besar untuk terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor. Penguatan hubungan bilateral ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia dan Thailand, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, kemakmuran, dan integrasi kawasan ASEAN di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....