Presiden Prabowo: Pendidikan Jadi Fondasi Utama Riset dan Inovasi Indonesia
- 12 Agt 2026 09:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguatan sektor pendidikan merupakan fondasi utama untuk mendorong lahirnya inovasi, riset, dan berbagai terobosan yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Dikutip dari laman Presiden RI, Rabu 12 Agustus 2026, dalam arahannya Presiden Prabowo menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara lain.
Meski demikian, Presiden meminta hasil tersebut dijadikan bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
“Kita terima ini sebagai peringatan dan koreksi. Kita cari bagaimana mengatasinya. Kita pernah pada periode 2003–2006 cukup tinggi, kemudian menurun. Ini menurut penilaian mereka, dalam kemampuan membaca, matematika, dan sebagainya,” ujar Presiden.
| Baca juga: Kadin: Penguatan Ketahanan Pangan Nasional |
Presiden menjelaskan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain. Dengan sekitar 388 ribu sekolah yang tersebar di wilayah pegunungan, pulau-pulau terluar, hingga daerah terpencil, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan berkualitas.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia menuntut upaya lebih besar dalam pengawasan, pemerataan layanan, serta peningkatan mutu pendidikan.
Pemerintah daerah di wilayah kepulauan, lanjut Presiden, juga menghadapi tantangan dalam menjangkau sekolah-sekolah yang berada di lokasi terpencil.
Kepala Negara menekankan kemajuan riset dan inovasi tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah menempatkan investasi di bidang pendidikan sebagai prioritas strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghasilkan penemuan, inovasi, serta paten yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Untuk mencapai tingkat inovasi, terobosan, penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, dasarnya adalah pendidikan. Karena itu saya ingin melakukan investasi yang cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” ujar Presiden.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana sekolah hingga pembangunan sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi.
Sekolah unggulan tersebut dirancang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) sehingga lulusannya memiliki standar pendidikan yang diakui secara internasional dan mampu bersaing untuk melanjutkan studi ke universitas terkemuka dunia.
Selain itu, pemerintah akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terbaik dunia. Kerja sama dapat dilakukan melalui program bersama, kemitraan akademik, maupun skema kerja sama operasi dengan universitas di Indonesia guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.
“Kita undang universitas-universitas terbaik di dunia untuk bekerja sama dengan universitas kita di sini, baik melalui program bersama maupun bentuk kerja sama lainnya,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan.
Ia mengakui investasi Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan (research and development) masih relatif rendah dibandingkan kebutuhan yang ada.
“Ini investasi jangka panjang. Kita harus mengoreksi diri sebagai bangsa. Investasi kita di bidang riset dan pengembangan masih sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ke depan kita akan berusaha memperbaikinya,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan investasi di sektor pendidikan dan riset, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang lebih efisien dan akuntabel.
Menurutnya, ruang fiskal dapat diperkuat melalui penghematan serta pemberantasan berbagai praktik yang merugikan negara, seperti korupsi, penipuan, manipulasi transaksi, dan tata kelola yang tidak efektif.
“Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari dari penghematan, dari pemberantasan korupsi, praktik-praktik penipuan, fraud, under-invoicing, dan mismanagement,” kata Presiden Prabowo.
Melalui penguatan investasi pendidikan, peningkatan kualitas riset, serta tata kelola keuangan yang lebih baik, pemerintah berharap Indonesia mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan sumber daya manusia unggul yang menjadi motor penggerak kemajuan bangsa pada masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....