Presiden Prabowo Rombak Pimpinan BI, Destry Damayanti Jadi Kandidat Tunggal

  • 11 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mulai menata kembali jajaran pimpinan Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI kepada DPR RI, di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan bank sentral.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden terkait pencalonan tersebut kepada DPR.

Ia menegaskan hanya satu nama yang diajukan Prabowo untuk mengisi posisi Gubernur BI.

“Namanya tunggal, satu nama yaitu Ibu Destry Damayanti,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senin 10 Agustus 2026. Dikutip dari reuters.

Destry bukan sosok baru di lingkungan bank sentral. Ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kini menjalankan tugas sebagai pejabat gubernur sementara.

Pencalonan tersebut membuat Destry berpeluang menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif.

Pengalaman panjangnya di bank sentral juga dipandang dapat menjaga kesinambungan kebijakan moneter setelah pergantian mendadak di pucuk pimpinan BI.

Selain mengusulkan calon Gubernur BI, Prabowo juga mengirimkan sejumlah nama untuk mengisi jajaran Dewan Gubernur BI.

Nama-nama tersebut termasuk calon Deputi Gubernur Senior, meski seluruh kandidat belum diumumkan secara terbuka.

Perubahan komposisi pimpinan BI menjadi penting karena bank sentral memegang mandat menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan.

BI juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran serta mengendalikan inflasi.

Pasar langsung merespons positif pencalonan Destry. Nilai tukar rupiah menguat hingga mencapai level tertinggi terhadap dolar Amerika Serikat sejak 18 Juni 2026 setelah pengumuman tersebut.

Namun, pergantian pucuk pimpinan BI juga memunculkan perhatian terhadap independensi bank sentral. Destry dipandang memiliki hubungan kerja yang baik dengan pemerintah, sehingga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berpotensi semakin erat.

Kini proses pencalonan Destry berlanjut di DPR melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan. Keputusan parlemen akan menentukan siapa yang memegang kendali BI menghadapi tantangan rupiah, inflasi dan target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Dengan pengalaman Destry dan dukungan pencalonan tunggal dari Presiden, kesinambungan kebijakan menjadi salah satu perhatian utama. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan stabilitas ekonomi tetap berjalan seiring dengan independensi Bank Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....