Formula Baru Polri Tangkal Karhutla lewat Mitigasi Holistik
- 14 Sep 2026 21:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri tengah bergerak cepat menyusun formula mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang holistik. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi panduan berkala demi mengantisipasi bencana tahunan di berbagai wilayah rawan di Indonesia.
Upaya serius tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36. Diskusi terfokus ini digelar di Gedung Mahakam Mako Polda Kalimantan Timur pada Senin, 14 September 2026.
Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Pol Dony Alexander, memaparkan bahwa forum ini bertujuan membedah akar masalah karhutla yang terus berulang setiap tahun. Melalui forum ini, Polri menghimpun berbagai hasil mitigasi dari daerah untuk dikonsolidasikan menjadi sebuah produk rekomendasi komprehensif bagi unsur pimpinan.
"Fungsi kami di sini adalah membedah masalah yang ada, di mana karhutla ini selalu muncul setiap tahun. Berangkat dari evaluasi tersebut, kami menyelenggarakan forum FGD ini," ujar Kombes Pol. Dony saat diwawancarai awak media selepas acara.
Sebelum FGD berlangsung, para peserta didik Sespimti telah turun langsung melakukan observasi dan mitigasi lapangan di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda dan Kutai Kartanegara. Temuan riil di lapangan tersebut kemudian dikombinasikan dengan masukan dari berbagai instansi terkait yang hadir dalam FGD.
Hasil analisis gabungan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis bagi pimpinan Polri guna memetakan potensi ancaman karhutla secara akurat. Dony menegaskan, karhutla bukan sekadar isu lingkungan semata. Bencana ini membawa efek domino yang masif dan merambah ke berbagai sektor vital.
"Kebakaran hutan dan lahan ini berdampak sangat luas, mulai dari kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, hingga konstelasi politik antarnegara akibat kabut asap lintas batas," Kata Dony.
Pada tahun ini, PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-36 melibatkan 66 peserta didik yang disebar ke enam wilayah Kepolisian Daerah (Polda) dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi. Keenam wilayah tersebut meliputi: Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan.
Data dan karakteristik kerawanan dari keenam provinsi tersebut akan disintesis menjadi satu formula mitigasi terpadu. Formula ini dirancang untuk mengedepankan aspek pencegahan dini (early prevention) sebelum titik api meluas pada musim kemarau mendatang.
Polri sebenarnya telah memiliki produk pendukung penanganan karhutla yang diinisiasi sejak tahun 2022. Melalui rangkaian evaluasi mutakhir ini, sistem penanganan tersebut akan dimantapkan kembali agar lebih aplikatif saat didistribusikan ke jajaran Polda yang memiliki peta kerawanan karhutla di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....