Menhut: Presiden Perintahkan Karhutla Jangan Tembus Zona Inti IKN
- 14 Sep 2026 18:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap kebakaran hutan dan lahan di sekitar IKN. Arahan tersebut meminta seluruh unsur memperkuat penanganan agar api tidak berkembang menuju zona inti pemerintahan Nusantara.
Raja Juli menyampaikan hal itu saat meninjau kawasan Bukit Tengkorak, Penajam Paser Utara, bersama Kepala BNPB dan Kepala Otorita IKN pada Senin, 14 September 2026.
Menurut Raja Juli, Presiden meminta seluruh unsur bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla. Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, OIKN, masyarakat, dan pihak perusahaan dilibatkan dalam upaya pengendalian kebakaran.
“Seperti yang diperintahkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto bahwa kami semua BNPB, Polri, BNPB, Kemenhut, OIKN, dan masyarakat bahu-membahu agar jangan sampai api sampai ke zona inti OIKN,” kata Raja Juli.
Arahan Presiden tersebut sebelumnya disampaikan dalam rapat penanganan bencana pada 7 September 2026. Saat itu, Prabowo meminta aset penanganan karhutla diperkuat agar kebakaran di sekitar IKN tidak meluas ke zona inti.
Perhatian pemerintah meningkat setelah BNPB melaporkan kebakaran di kawasan Bukit Soeharto mencapai sekitar 458 hektare. Kawasan tersebut berada dalam delineasi IKN dan menjadi salah satu lokasi yang mendapat dukungan pemadaman udara.
Untuk mempercepat pengendalian, operasi water bombing telah dilakukan di sejumlah titik prioritas. OIKN sebelumnya menetapkan Bukit Tengkorak sebagai salah satu lokasi prioritas bersama beberapa kawasan lain di sekitar delineasi IKN.
Raja Juli mengatakan operasi udara masih menjadi bagian dari upaya pengendalian kebakaran. Selain water bombing, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak.
“Usaha untuk operasi mengendalikan cuaca juga berjalan. Demikian juga dengan pemadaman darat oleh TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, KPH, pihak OIKN sendiri, perusahaan juga terlibat,” ujarnya.
Keterlibatan banyak unsur diperlukan karena kondisi lapangan membuat penanganan kebakaran tidak cukup mengandalkan satu metode. Pemadaman dari udara digunakan untuk menjangkau area tertentu, sementara tim darat melakukan penanganan dan pengawasan di lokasi.
OIKN sebelumnya melaporkan Bukit Tengkorak telah dipadamkan setelah operasi gabungan dari darat dan udara. Namun, pemantauan tetap dilakukan karena asap atau titik api baru dapat kembali muncul setelah kebakaran dinyatakan padam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena OIKN juga menemukan indikasi bekas penebangan pohon di area terdampak kebakaran Bukit Tengkorak. Kebakaran dilaporkan muncul di sejumlah titik dan berpindah selama hampir sepekan.
Di sisi lain, OIKN menyatakan titik kebakaran terdekat yang masih berada dalam delineasi IKN berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Jarak tersebut menjadi alasan pemerintah tetap memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak berkembang mendekati kawasan inti.
Raja Juli menegaskan, pengendalian karhutla di sekitar IKN membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat. Masyarakat dan pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan juga memiliki peran dalam mencegah munculnya titik api baru.
Bagi pembangunan Nusantara, pengendalian karhutla memiliki dimensi yang lebih luas karena kawasan hutan menjadi bagian penting dari lingkungan IKN. Karena itu, pencegahan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan keselamatan kawasan, tetapi juga keberlanjutan ekosistem di sekitar ibu kota baru.
Pemerintah kini memperkuat pemadaman sekaligus pemantauan pascakebakaran. Langkah tersebut diarahkan agar api yang telah dikendalikan tidak kembali menyala dan berkembang menjadi kebakaran baru di sekitar IKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....